STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja investasi industri dana pensiun (dapen) mengalami tekanan pada awal tahun ini. Return on Investment (ROI) dana pensiun per Maret 2026 tercatat sebesar 0,02%.
Angka tersebut menunjukkan penurunan cukup dalam dibandingkan periode Maret 2025 yang masih mencapai 0,70%. Kondisi ini berbanding terbalik dengan posisi Februari 2026 yang sempat meningkat ke level 0,92% dari Februari 2025 sebesar 0,12%.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan penurunan kinerja investasi dipicu meningkatnya risiko geopolitik global yang memberi tekanan terhadap pasar keuangan domestik.
Selain itu, penurunan tingkat suku bunga turut berdampak pada menurunnya yield investasi, terutama pada instrumen pasar uang dan pendapatan tetap yang saat ini masih mendominasi portofolio investasi dana pensiun.
Meski menghadapi tekanan, OJK tetap optimistis terhadap prospek investasi dana pensiun hingga akhir tahun. Pertumbuhan ekonomi domestik dinilai masih positif dan tingkat inflasi relatif terjaga.
Kinerja ROI dana pensiun sepanjang 2026 diperkirakan tetap tumbuh positif. Namun, pencapaiannya sangat bergantung pada dinamika pasar global dan domestik. Sebagai catatan, ROI dana pensiun pada akhir 2025 tercatat mencapai 8,18%.
“Industri perlu terus memperkuat manajemen risiko, menjaga prinsip kehati-hatian, serta melakukan diversifikasi portofolio,” ujar Ogi di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
OJK mengidentifikasi sejumlah tantangan utama yang perlu diwaspadai pelaku industri. Volatilitas pasar keuangan dan perubahan suku bunga menjadi faktor penentu. Selain itu, tekanan geopolitik serta potensi kenaikan inflasi dapat memengaruhi nilai wajar instrumen investasi.
Strategi alokasi aset masing-masing dana pensiun juga memegang peranan penting. Setiap pengelola memiliki profil liabilitas dan risk appetite yang berbeda sehingga diversifikasi portofolio menjadi kunci menjaga ketahanan dan keberlanjutan hasil investasi.
“Pencapaian ROI akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik,” pungkas Ogi.
