Laba Industri Asuransi Jiwa Melonjak ke Rp7,85 Triliun per Maret 2026, OJK Ungkap Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Industri perasuransian nasional mencatat kinerja positif pada awal tahun ini. Profitabilitas sektor asuransi jiwa maupun asuransi umum mengalami perbaikan signifikan per Maret 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono menyampaikan data terbaru tersebut. Laba setelah pajak industri asuransi jiwa mencapai Rp7,85 triliun. Angka ini melonjak Rp3,96 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi serupa terjadi pada sektor asuransi umum dan reasuransi. Sektor ini membukukan laba setelah pajak sebesar Rp4,22 triliun. Perolehan tersebut meningkat sekitar Rp0,08 triliun dari tahun lalu.

Ogi menjelaskan, membaiknya hasil investasi menjadi salah satu pemicu utama kenaikan laba industri. Selain itu, pertumbuhan premi pada sejumlah lini usaha turut menopang kinerja positif sektor asuransi.

Perusahaan asuransi juga dinilai semakin efisien. Penguatan manajemen risiko berperan besar dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Ogi optimistis prospek industri perasuransian ke depan masih cukup positif.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan dinilai menjadi peluang besar bagi industri. Transformasi yang sedang berlangsung juga memperkuat fondasi bisnis perusahaan asuransi.

Meski demikian, regulator meminta pelaku industri tetap waspada terhadap berbagai tantangan eksternal.

“Industri tetap perlu mewaspadai berbagai tantangan seperti tekanan klaim, volatilitas pasar keuangan, dan kondisi ekonomi global,” ujar Ogi di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Faktor-faktor tersebut menuntut perusahaan asuransi untuk terus memperkuat permodalan. Tata kelola perusahaan yang baik juga menjadi syarat penting dalam menghadapi ketidakpastian global. Karena itu, manajemen risiko harus tetap menjadi perhatian utama seluruh perusahaan asuransi.

Aset Industri Asuransi

Sementara itu, berdasarkan data posisi Maret 2026, aset industri asuransi mencapai Rp1.195,75 triliun. Angka ini tumbuh 4,38% secara tahunan (yoy) dibandingkan posisi sebelumnya sebesar Rp1.145,63 triliun.

Ogi menjelaskan sektor asuransi komersial menjadi penyumbang terbesar dengan total aset Rp977,53 triliun atau meningkat 5,64% yoy.

Akumulasi pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp88,36 triliun atau tumbuh 0,74% yoy. Premi asuransi jiwa tercatat Rp47,12 triliun meski sedikit turun 0,14% yoy. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh 1,77% yoy menjadi Rp41,24 triliun.

Ketahanan industri asuransi juga terpantau tetap kuat. Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa berada di level 474,26%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi tercatat 316,32%. Kedua angka tersebut jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%.

Di sisi lain, asuransi nonkomersial mencatat sedikit penurunan. Sektor yang mencakup BPJS serta program jaminan ASN, TNI, dan Polri ini memiliki aset Rp218,23 triliun atau terkontraksi 0,92% yoy.

Kinerja positif juga terlihat pada industri dana pensiun. Total aset sektor ini mencapai Rp1.684,89 triliun atau tumbuh 10,49% yoy.

Program pensiun sukarela menyumbang aset Rp408,82 triliun dengan pertumbuhan 6,71% yoy. Sementara itu, program pensiun wajib mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 11,76% yoy dengan total aset mencapai Rp1.276,07 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Beberkan Penyebab ROI Dana Pensiun Turun Tajam pada Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja...

Berkat Pendapatan Lain-Lain, Laba Sunson Textile (SSTM) Melonjak 121% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) membukukan laba...

Kinerja Solid, Penjualan dan Laba Tira Austenite Kompak Tumbuh pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kinerja keuangan PT Tira Austenite Tbk (TIRA)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru