STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – SpaceX mencatatkan sejarah baru sebagai perusahaan dengan penawaran umum perdana saham (IPO) terbesar di dunia. Perusahaan antariksa milik Elon Musk ini berhasil meraup total dana sebesar USD 85,7 miliar.
Mengutip CNBC, pencapaian ini terjadi setelah para penjamin emisi menggunakan opsi jatah lebih atau “greenshoe”. Kabar ini terungkap melalui pembaruan hubungan investor pada Senin (15/6/2026).
Awalnya, SpaceX mengumpulkan USD 75 miliar pada perdagangan Kamis lalu. Namun, pundi-pundi dana bertambah karena broker seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley mengambil opsi tambahan. Mereka membeli 83,3 juta saham ekstra sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Harga saham perdana dipatok pada level USD 135 per lembar. Saat debut perdagangan pada Jumat, harga sahamnya langsung terbang 19%. Saham ditutup pada kisaran USD 161 per lembar.
Lonjakan harga ini membuat valuasi perusahaan melampaui angka USD 2 triliun. Pada Senin pagi, saham SpaceX kembali melesat lebih dari 7% di hari penuh pertama perdagangannya.
Elon Musk memberikan penjelasan kepada para karyawannya di kantor pusat Starbase, Texas. Ia memiliki visi besar untuk masa depan perusahaan kecerdasan buatan dan antariksa tersebut.
“Saya ingin membawa perusahaan ini menjadi publik sekarang untuk mengumpulkan modal bagi fase pertumbuhan yang signifikan,” ujar Musk.
SpaceX akan menggunakan dana jumbo tersebut untuk menyelesaikan roket Starship. Roket ini merupakan yang terbesar yang pernah dibangun atau diluncurkan manusia. Perusahaan ingin roket ini bisa digunakan kembali sepenuhnya suatu saat nanti.
Selain itu, modal ini akan mendukung peluncuran satelit baru V3. Satelit tersebut berfungsi memperluas layanan internet Starlink secara besar-besaran. Musk juga berambisi membangun pusat data AI di luar angkasa yang dikenal sebagai pusat data orbital.
Rencana besar lainnya mencakup pembangunan pabrik cip raksasa di Texas. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan produsen mobil Tesla dan raksasa teknologi Intel.
Meskipun valuasinya sangat tinggi, SpaceX sebenarnya masih mencatat kerugian finansial. Tahun lalu, perusahaan mengalami kerugian sebesar USD 4,9 miliar. Sejak pertama kali berdiri, total kerugian yang dikumpulkan sudah mencapai lebih dari USD 41 miliar.
Kini SpaceX bernilai USD 2,1 triliun. Nilai tersebut setara dengan 112 kali lipat dari total pendapatan tahun lalu. Para investor tampaknya sangat optimis dengan prospek teknologi masa depan yang ditawarkan oleh Musk.
Uniknya, para staf SpaceX merayakan momen ini dengan cara yang tidak biasa. Mereka terlihat memakai sepatu berwarna hijau di lantai bursa pada Jumat lalu. Hal ini dilakukan sebagai simbol untuk merayakan penggunaan opsi “greenshoe” oleh para penjamin emisi

