STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama empat hari pekan ini (15,17-19 Juni 2026) mengalami penurunan, yaitu dari 6.254,966 ke level 6.177,139. Adapun kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (19/6/2026) tercatat sebesar Rp10.812.087 triliun, turun dari Rp10.927.408 triliun, Senin (15/6/2026).
Di tengah penurunan IHSG, terpantau 5 saham emiten teratas di Top Gainers dalam empat hari pekan ini (15,17-19 Juni 2026) adalah PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI).
Dalam periode tersebut di atas, harga saham UVCR naik Rp54 atau meningkat 40,30% menjadi Rp188 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 1,2 miliar unit senilai Rp205,6 miliar. Frekuensi transaksi saham UVCR sebanyak 61.634 kali. Net foreign buy (NFB) di saham UVCR tercatat Rp2,4 miliar.
Posisi kedua, ditempati oleh saham BRMS yang terangkat Rp165 atau naik 32,67% menjadi Rp670 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 3,2 miliar unit senilai Rp2 triliun. Frekuensi transaksi saham BRMS sebanyak 190.070 kali. Net foreign sell (NFS) di saham BRMS tercatat Rp118,8 miliar.
Berikut, saham DEWA naik Rp80 atau menguat 26,49% menjadi Rp382 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 5,6 miliar unit senilai Rp2 triliun dengan frekuensi sebanyak 250.513 kali. Net foreign sell (NFS) di saham DEWA tercatat sebesar Rp138,1 miliar
Keempat diduduki saham PPRE yang naik Rp22 atau melejit 26,19% menjadi Rp106 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 1,3 miliar unit senilai Rp139,3 miliar. Frekuensi transaksi saham PPRE sebanyak 81.667 kali. Net foreign sell (NFS) di saham PPRE tercatat sebesar Rp5,4 miliar.
Terakhir (kelima), saham DEFI terangkat Rp25 atau menguat 25,25% menjadi Rp124 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 1 miiar unit senilai Rp130,8 miliar dengan frekuensi sebanyak 84.573 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham DEFI tercatat sebesar Rp1,6 miliar.

