spot_img

Bursa Saham Eropa Menghijau Imbas Negosiasi AS-Iran & Mundurnya PM Inggris

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (22/6/2026) waktu setempat. Investor merespons positif kemajuan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait Selat Hormuz. Selain itu, pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer turut menjadi perhatian pasar.

Mengutip CNBC, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,6% ke posisi 516,00. Kenaikan ini terjadi setelah indeks tersebut sempat melemah selama dua sesi sebelumnya. Sektor perbankan Inggris memimpin penguatan dengan indeks perbankan naik 1,4%.

Saham Barclays melonjak 3,9%, NatWest naik 4%, dan Standard Chartered terkerek 1,3%. Di sektor teknologi, harga saham rata-rata naik 0,5%. Produsen cip Infineon menguat 4,8% mengikuti tren positif pasar saham di Asia.

Kabar baik datang dari Washington dan Teheran. Kedua pihak menyepakati peta jalan menuju kesepakatan damai akhir. Qatar dan Pakistan bertindak sebagai mediator untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Berita ini membuat harga minyak mentah Brent turun 2% menjadi di bawah USD 80 per barel.

Fiona Cincotta dari City Index menilai pasar masih memantau situasi tersebut. “Masih ada sedikit ketidakpastian mengenai gambaran situasi di Selat Hormuz. Tampaknya ada beberapa kapal yang melintas, hal ini menjaga saham tetap terdukung,” ujar Cincotta.

Di Inggris, pengumuman mundurnya Starmer membuka jalan bagi Andy Burnham. Burnham merupakan calon kuat dari Partai Buruh. Ia diprediksi akan menjadi pemimpin Inggris ketujuh dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Michael Field, strategis ekuitas Morningstar, menilai kondisi politik ini mempengaruhi minat investasi. “Pelemahan kendali Partai Buruh atas pemilih baru-baru ini berdampak negatif pada persepsi Inggris sebagai tempat investasi,” kata Field. Ia menambahkan potensi terpilihnya kandidat populer seperti Andy Burnham kemungkinan akan memperbaiki persepsi pasar.

Sektor penerbangan juga mendapat sorotan. Saham maskapai easyJet naik 2,8%. Penguatan ini terjadi usai perusahaan investasi AS, Castlelake, mengajukan tawaran akuisisi senilai £4,74 miliar atau setara USD 6,26 miliar.

Namun, kabar kurang sedap datang dari sektor pertahanan. Saham Babcock anjlok 5,9%. Perusahaan melaporkan penurunan laba tahunan yang tajam. Hal ini disebabkan biaya tambahan senilai £140 juta pada program kapal perang Type 31 milik Angkatan Laut Inggris.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde turut memberikan pernyataan mengenai kondisi ekonomi. Lagarde menyebut guncangan inflasi di Eropa tidak cukup besar untuk mendorong ekspektasi harga jangka panjang. Meski demikian, data LSEG menunjukkan pasar masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 0,25% tahun ini

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Buka Impor Minyak Iran, Berharap Teheran Borong Produk Pertanian AS

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump...

Stock Futures Wall Street Bergerak Datar Usai Saham Teknologi Raksasa Tumbang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P...

Wall Street Mix: S&P 500 dan Nasdaq Tertekan, Dow Jones Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru