STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) indeks S&P 500 bergerak mendatar pada Senin malam (22/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (23/6/2026) WIB. Pergerakan ini terjadi setelah aksi jual pada saham-saham teknologi raksasa menyeret turun indeks pasar secara luas pada sesi perdagangan reguler.
Mengutip CNBC, kontrak berjangka S&P 500 melemah tipis 0,1%. Kontrak berjangka Nasdaq 100 juga merosot 0,2%. Sebaliknya, kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 22 poin atau kurang dari 0,1%.
Pada perdagangan reguler sebelumnya, sektor teknologi menarik indeks S&P 500 (SPX) turun 0,37% ke level 7.472,79. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi teknologi jatuh 1,32% menjadi 26.166,60. Sementara itu, kenaikan saham Caterpillar membantu Dow Jones (DJIA) menguat 148,01 poin atau 0,29%.
Investor terpantau keluar dari saham-saham kelompok “Magnificent Seven”. Saham Amazon anjlok hampir 5% dan Meta Platforms turun 2%. Saham Alphabet merosot 5% dan mencatat kinerja harian terburuk dalam setahun terakhir. Hal ini dipicu kekhawatiran perpindahan pakar kecerdasan buatan (AI) ke perusahaan pesaing.
SpaceX, perusahaan roket milik Elon Musk, juga tertekan. Sahamnya anjlok 16% dan mencatatkan penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Liz Ann Sonders, Chief Investment Strategist di Charles Schwab, memberikan analisanya kepada CNBC. Ia melihat minat terhadap sektor AI tetap tinggi namun dengan cara yang berbeda.
“Segala sesuatu yang terkait AI dan teknologi masih menjadi area fokus bagi para trader ritel,” ujar Sonders. “Mereka hanya tidak seaktif dulu pada saham individu.”
Sonders menilai investor kini lebih fokus pada instrumen ETF daripada perdagangan saham perorangan. Ia menekankan keuntungan perusahaan tetap menjadi penopang utama bagi pasar saham saat ini.
Di sisi lain, harga minyak dunia ikut merosot. Mediator dari Qatar dan Pakistan menyebut Amerika Serikat dan Iran mengalami kemajuan dalam pembicaraan di Swiss. Kedua negara menargetkan kesepakatan akhir dalam 60 hari.
Poin penting pembicaraan tersebut mencakup pembentukan komite khusus dan penghentian operasi militer di Lebanon. Harga minyak semakin turun setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat mengizinkan penjualan minyak Iran hingga Agustus.
Minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus turun 3,31% menjadi USD 77,90 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli ditutup 2,32% lebih rendah pada level USD 74,82 per barel.
Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan dari perusahaan Carnival dan Korn Ferry pada Selasa pagi waktu setempat. Investor juga akan memantau data awal Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur dan jasa bulan Juni dari S&P Global

