spot_img

IHSG Rontok 34,74% di Semester I 2026, Dana Asing Kabur Rp60,2 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan sangat dalam sepanjang semester I-2026. Berdasarkan data RTI Business, hingga penutupan perdagangan Selasa (30/6/2026), IHSG telah terkoreksi 34,74% secara year to date (YTD). Ini sekaligus menjadi salah satu pelemahan terdalam dalam beberapa tahun terakhir.

Selama enam bulan pertama 2026, IHSG juga merosot 34,51%. Pada perdagangan saham 30 Juni 2026 saja, IHSG kembali ditutup melemah 3,05%. Pelemahan ini memperpanjang tren penurunan pasar saham domestik.

Data RTI Business menunjukkan, sepanjang semester I-2026, IHSG dalam rentang 5.317,908-  9.174,474. Posisi IHSG pada akhir Juni berada sangat dekat dengan titik terendah tersebut. Ini mencerminkan tekanan jual yang masih sangat kuat.

Tekanan di pasar saham juga tercermin dari aksi jual investor asing yang berlangsung konsisten sepanjang semester pertama tahun ini. Dalam periode enam bulan, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp60,20 triliun di seluruh pasar (all market).

Di Pasar Reguler, nilai jual bersih asing bahkan mencapai Rp85,92 triliun, sementara pembelian bersih asing di Pasar Negosiasi dan Tunai (NG+TN) tercatat Rp25,72 triliun, sehingga belum mampu menutup derasnya arus dana keluar dari Pasar Reguler.

Pada perdagangan 30 Juni 2026, aktivitas transaksi juga masih didominasi investor domestik. Dari total volume perdagangan 5,7 triliun saham, investor domestik menguasai 78,80%, sedangkan investor asing hanya berkontribusi 21,20%.

Sementara itu, berdasarkan nilai transaksi yang mencapai sekitar Rp3.220,1 triliun, investor asing membukukan transaksi beli senilai Rp1.100,6 triliun dan transaksi jual Rp1.160,8 triliun, sehingga mencatat net sell harian sekitar Rp60,2 miliar.

Pelemahan IHSG sepanjang semester I-2026 mencerminkan tingginya tekanan di pasar modal Indonesia. Ini diperburuk oleh aksi jual investor asing secara berkelanjutan. Dengan posisi IHSG yang berada di dekat level terendah enam bulan terakhir, pelaku pasar kini menantikan sentimen positif yang mampu memulihkan kepercayaan investor pada paruh kedua 2026.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Arita Prima Indonesia (APII) Bagi Dividen Rp4 per Saham, Catat Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Arita Prima Indonesia Tbk...

Mitratel Tebar Dividen Rp2,08 Triliun, RUPST Angkat Direktur Investasi Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IMTEL) membagikan...

United Tractors (UNTR) Hentikan Buyback Saham, Serap Dana Rp860,35 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT United Tractors Tbk (UNTR)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru