STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026). Para pelaku pasar terlihat tetap fokus memantau perkembangan konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Mengutip CNBC, kenaikan ini menandai pemulihan pasar dari penurunan yang sempat terjadi pada awal perdagangan. “Pasar Asia-Pasifik ditutup sebagian besar lebih tinggi karena konflik Timur Tengah tetap menjadi fokus,” tulis CNBC
Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat 0,15% dan berakhir di level 69.468,11. Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan justru turun 0,2% ke posisi 8.394,65.
Bursa Hong Kong mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Indeks Hang Seng melonjak 1,82% pada jam terakhir perdagangan. Pasar saham China daratan juga berakhir di zona hijau. Indeks CSI 300 naik 1,21% ke level 4.926,92.
Kenaikan turut terjadi di bursa Australia. Indeks acuan S&P/ASX 200 bertambah 0,68% menjadi 8.823,40. Kinerja positif ini juga merambah ke wilayah lain. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,49% ke posisi 13.612,36.
Indeks STI Singapura menguat 0,33% ke level 5.208,75. Sementara itu, indeks SGX-CNBC China Growth mencatatkan lompatan tertinggi sebesar 2,5% ke posisi 1.551,856.
Beberapa indeks lain terpantau tidak mengalami perubahan atau stagnan pada hari ini. Indeks Nifty 50, Malaysia, Taiwan, Shanghai, Shenzhen, dan SETI Thailand tercatat tidak bergerak dari level sebelumnya.
Secara keseluruhan, pasar di Asia berhasil bangkit meski dibayangi ketidakpastian geopolitik. Para pemodal terus menimbang dampak situasi Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi global.

