spot_img

Sejarah Baru Wall Street! Debut Alphabet Bawa Dow Jones Tembus Level 52.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Wall Street kompak menguat pada penutupan perdagangan hari Senin (29/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (30/6/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) berhasil menembus level 52.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pencapaian ini didorong oleh bergabungnya anggota baru, Alphabet.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 306,63 poin atau 0,59% ke level 52.182.74. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 1,18% dan berakhir di posisi 7.440,43. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 2,07% menjadi 25.820,14.

Alphabet menjadi salah satu penggerak utama pasar. Saham induk Google ini melonjak hampir 5% pada hari pertamanya sebagai anggota Dow Jones. Performa positif ini langsung memberikan tenaga bagi indeks tersebut sejak awal sesi.

Saham Comcast juga ikut melesat 4,4%. Perusahaan mengumumkan rencana pemisahan bisnis media dan teknologinya menjadi dua perusahaan publik. Proses pemisahan ini diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu tahun.

Sektor semikonduktor turut mencatatkan kenaikan signifikan. VanEck Semiconductor ETF (SMH) naik lebih dari 3% setelah sempat turun di awal sesi. Kenaikan dipimpin oleh Astera Labs yang melonjak sekitar 16%, KLA naik 12%, dan Applied Materials menguat hampir 11%.

Pasar memasuki minggu perdagangan yang lebih pendek. Bursa saham Amerika Serikat akan tutup pada Jumat mendatang untuk memperingati Hari Kemerdekaan. Joe Tigay, Manajer Portofolio Equity Armor Investments, memberikan pandangannya.

“Likuiditas mungkin sedikit ringan [karena minggu perdagangan yang diperpendek libur], jadi Anda mungkin melihat pergerakan yang lebih besar dari perkiraan,” ujar Joe.

Joe juga menyoroti fenomena akhir kuartal. Ia melihat para penasihat keuangan sedang melakukan penyesuaian portofolio atau window dressing.

“Kami juga menghadapi akhir kuartal segera, yang dapat menyebabkan terjadinya window dressing, sehingga penasihat ingin apa yang mereka laporkan pada laporan kuartalan terlihat menarik bagi klien mereka. Banyak nama besar telah memperoleh keuntungan yang sangat besar sepanjang tahun ini, jadi menguncinya sekarang… banyak penasihat yang senang melakukannya,” tambah Joe.

Dari sisi geopolitik, AS dan Iran sepakat menghentikan permusuhan pada hari Minggu. Kesepakatan ini memungkinkan kapal komersial melintasi Selat Hormuz dengan bebas. Langkah ini diambil usai ketegangan militer yang sempat mengancam proses negosiasi.

“Pembicaraan teknis dijadwalkan berlanjut di semua area MOU,” kata seorang pejabat AS kepada CNBC. “Kedua belah pihak akan mundur untuk saat ini dan kapal-kapal dapat bergerak bebas.”

Sebelumnya, AS sempat menyerang sasaran militer Iran sebagai balasan atas serangan Iran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump memberikan peringatan keras melalui media sosial Truth Social.

“Pesawat Amerika Serikat baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pesisir, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, LAGI!” tulis Trump.

Harga minyak mentah terpantau naik seiring penilaian pedagang terhadap stabilitas gencatan senjata tersebut. Minyak Brent internasional naik 1,61% ke posisi 73,15 USD per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik 2,2% ke level 70,75 USD.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Menanti Akhir Perang Iran, Bursa Saham Eropa Ditutup Bervariasi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Bursa Asia-Pasifik Kompak Menguat di Tengah Ketegangan Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Saham Minyak Rontok, Bursa Eropa Kompak Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru