STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada akhir perdagangan Senin (29/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (30/6/2026) WIB. Ketegangan baru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong kenaikan harga minyak. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 1,7% ke posisi 4.019,79 USD per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 1,4% menjadi 4.038,90 USD per ons troi. Harga ini mendekati level terendah dalam tujuh bulan terakhir.
Ketegangan geopolitik membuat harga minyak mentah Brent melonjak. Di sisi lain, indeks dolar AS menuju kenaikan bulanan terbesar dalam hampir setahun. Penguatan dolar membuat emas lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan penjelasannya. Ia menyebut pasar saat ini sangat sensitif terhadap berita dari Timur Tengah.
“Pasar selaras dengan berita utama Timur Tengah, (dengan) beberapa kenaikan ketegangan selama akhir pekan dan masih menyesuaikan diri dengan kemiringan Fed yang lebih hawkish,” ujar Peter Grant.
Iran meluncurkan rudal dan drone ke situs militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu. Langkah ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melenyapkan kepemimpinan Iran. Ancaman muncul karena Iran dianggap tidak mematuhi ketentuan perjanjian damai final.
Emas biasanya dianggap sebagai aset aman (safe haven). Namun kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi tetap berada di atas target 2% bank sentral AS. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi beban bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Bank sentral AS atau The Fed menahan suku bunga bulan ini. Namun para pembuat kebijakan memprediksi kenaikan suku bunga akhir tahun ini. Pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan data non-farm payrolls pada Kamis.
Peter melihat potensi penurunan harga emas lebih lanjut. Kondisi ini bergantung pada kekuatan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini.
“(Emas) bisa meluncur ke posisi terendah baru jika data ketenagakerjaan masih terlihat cukup kuat, hal itu mendukung sikap Fed yang lebih tinggi untuk waktu lebih lama,” tambah Grant.
Para pedagang kini memperhitungkan peluang sekitar 60% untuk kenaikan suku bunga pada September mendatang. Ekspektasi ini terus menekan minat investor terhadap logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Penurunan harga juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot meluncur 1,21% ke posisi 58,4467 USD per ons troi.
Pelemahan signifikan melanda logam industri lainnya. Harga platinum spot turun 1,88% menjadi 1.584,00 USD per ons troi. Sementara harga paladium melemah tipis 0,07% ke level 1.208,28 USD per ons troi

