spot_img

BRI Peduli Latih 60 Purna Pekerja Migran di Cirebon, Dorong Kemandirian Usaha dan Ketahanan Ekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BRI Peduli menggelar Program Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) bagi 60 purna PMI di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Program ini ditujukan untuk membekali para peserta dengan keterampilan kewirausahaan setelah menyelesaikan masa kerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia.

Pelatihan dilaksanakan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon. Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar kewirausahaan, identifikasi potensi usaha dan peluang pasar lokal, penyusunan rencana usaha (business plan), manajemen usaha yang mencakup produksi, pemasaran, dan keuangan, penguatan mental serta motivasi kewirausahaan, hingga pendampingan bisnis setelah pelatihan.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dhanny, mengatakan program tersebut dirancang untuk membekali purna PMI dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan guna membangun ketahanan ekonomi melalui pengembangan usaha maupun peningkatan peluang kerja di dalam negeri.

Dengan dukungan mentor yang berpengalaman, mereka diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan, sekaligus berkontribusi secara aktif dalam mendorong pembangunan ekonomi masyarakat,” kata Dhanny, dikutip Selasa (30/6/2026).

Menurut data penempatan PMI per Desember 2025 dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jawa Barat menjadi daerah asal PMI terbesar di Indonesia dengan porsi sekitar 21,93% dari total nasional dan menunjukkan tren peningkatan. Sementara itu, Kabupaten Cirebon masuk lima besar daerah asal PMI dengan kontribusi 4,02%. Jumlah PMI dari daerah tersebut meningkat dari 767 orang menjadi 886 orang atau naik 15,51% sepanjang 2025.

Dhanny menilai kondisi tersebut menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai salah satu wilayah prioritas dalam program pemberdayaan purna migran.

Ini menunjukkan Kabupaten Cirebon merupakan salah satu wilayah prioritas dalam upaya pemberdayaan purna migran yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta ketahanan ekonomi, mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha produktif yang mereka kelola, serta membuka peluang penghidupan yang berkelanjutan di dalam negeri,” ujarnya.

Salah seorang peserta, Tanipa, purna PMI asal Desa Bungko Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, mengaku program tersebut memberikan manfaat besar bagi dirinya. Sebelum kembali ke Indonesia, Tanipa pernah bekerja di Hong Kong, Bahrain, dan Singapura.

Selain mempelajari validasi bisnis, Tanipa juga memperoleh pemahaman mengenai literasi keuangan, termasuk pengelolaan keuangan usaha dan strategi pengembangan bisnis.

Materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan purna PMI dalam mengembangkan usaha. Saya berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan oleh BRI agar semakin banyak purna PMI yang merasakan manfaat positif dari program tersebut,” ujar Tanipa

- Advertisement -

Artikel Terkait

Arita Prima Indonesia (APII) Bagi Dividen Rp4 per Saham, Catat Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Arita Prima Indonesia Tbk...

Mitratel Tebar Dividen Rp2,08 Triliun, RUPST Angkat Direktur Investasi Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IMTEL) membagikan...

United Tractors (UNTR) Hentikan Buyback Saham, Serap Dana Rp860,35 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT United Tractors Tbk (UNTR)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru