spot_img

Pemerintah Salurkan Kredit Program Rp167,97 Triliun, Skema Baru untuk Perempuan Segera Diluncurkan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah terus memperkuat peran Kredit Program sebagai alat mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah ini bertujuan memperluas akses uang dan meningkatkan hasil kerja sektor-sektor penting nasional.

Hingga 28 Juni 2026, penyaluran Kredit Program sudah mencapai Rp167,97 triliun. Angka ini sekitar 49,20% dari target tahun 2026 yang sebesar Rp341,39 triliun.

Capaian ini didorong oleh kinerja baik Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR sudah tersalurkan Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta nasabah. Rasio kredit macet atau NPL tetap terjaga aman pada angka 2,39%. Penyaluran KUR ini setara dengan 50,83% dari target plafon tahun 2026.

Pemerintah juga menyalurkan kredit program lainnya. Kredit Alsintan tercatat sebesar Rp71,10 miliar. Kredit Industri Padat Karya (KIPK) mencapai Rp91,93 miliar. Sementara itu, Kredit Program Perumahan (KPP) terserap Rp17,74 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro di Jakarta, Senin (29/6). Airlangga menegaskan pemerintah memperkuat ekosistem uang UMKM agar lebih mudah didapat. Hal ini terutama bagi masyarakat yang belum tersentuh bank.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto ikut memberikan penjelasan pada Selasa (30/6/2026). Haryo mengatakan pemerintah ingin membantu masyarakat agar usahanya naik kelas.

“Pemerintah tidak hanya memastikan akses pembiayaan bagi UMKM tetap tersedia, tetapi juga terus menyempurnakan berbagai skema Kredit Program agar semakin tepat sasaran, lebih inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha di berbagai sektor. Melalui penguatan Kredit Program, kita ingin mendorong semakin banyak masyarakat yang naik kelas dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Haryo.

Pemerintah kini memperluas Kredit Program melalui skema baru bagi perempuan pelaku usaha mikro. Program ini melengkapi empat skema yang sudah ada seperti KUR, Kredit Alsintan, KIPK, dan KPP.

Haryo menjelaskan skema baru ini merupakan perubahan dari pembiayaan PNM Mekaar. Suku bunga yang sebelumnya berada di angka 18% sampai 25% per tahun kini turun drastis.

“Selama ini pembiayaan PNM Mekaar berada pada kisaran 18–25 persen. Melalui Kredit Program bagi perempuan pelaku usaha mikro, Pemerintah menurunkan suku bunganya menjadi 8 persen (flat) per tahun sehingga ibu-ibu yang mau berusaha, yang sedang berusaha, dan yang pernah serta akan kembali berusaha dapat memperoleh pembiayaan yang jauh lebih terjangkau,” jelas Haryo.

Bunga baru sebesar 8% flat per tahun ini diharapkan mempercepat pemerataan uang. Para ibu bisa meminjam hingga Rp15 juta per orang. Jangka waktu pinjaman tersedia mulai 6 hingga 24 bulan.

Pemerintah sedang menyiapkan berbagai aturan pendukung untuk program ini. Dukungan uang berupa subsidi bunga sebesar Rp2,62 triliun juga disiapkan untuk tahun 2026.

Langkah tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menyediakan pinjaman murah. Tujuannya meningkatkan kemampuan usaha perempuan dan mendorong ekonomi yang berkelanjutan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Besok, Obligasi Rp1,482 Triliun Bank Maybank Indonesia (BNII) Dicatatkan di BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Besok, Rabu tanggal  01 Juli 2026, Obligasi...

Hari Ini, Japfa Comfeed (JPFA) Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar, Bunga Tertinggi 9,5% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Mulai hari ini, Selasa tanggal 30 Juni...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru