STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tamaris Hidro (TYRO) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) melalui mekanisme sirkuler pada Senin, 29 Juni 2026.
Dikutip Selasa (30/6/2026), emiten pengelola entitas anak pembangkit tenaga listrik ini mencatatkan laba bersih sebesar Rp31.842.568.276 (Rp31,84 miliar). Seluruh perolehan laba tersebut digunakan untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan.
Manajemen menetapkan sebesar Rp31.690.369.818 (Rp31,69 miliar) sebagai cadangan wajib. Nilai ini diambil dari saldo laba tahun buku 2025 sesuai ketentuan Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT). Sisa laba bersih lainnya juga dibukukan sebagai cadangan wajib perseroan.
“Menetapkan laba bersih untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp 31.842.568.276,00 tidak dilakukan pembagian dividen kepada Para Pemegang Saham atas laba bersih tersebut,” tulis manajemen TYRO dalam dokumen ringkasan risalah rapat.
Selain urusan laba, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan. Laporan tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan.
Para pemegang saham memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Hal ini berlaku untuk tindakan pengurusan serta pengawasan yang dilakukan selama tahun buku 2025.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP dan Akuntan Publik (AP). Mereka akan bertugas mengaudit laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2026.
Keputusan sirkuler ini sah secara hukum sesuai Pasal 91 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Seluruh kesepakatan tertuang dalam Akta Pernyataan Keputusan Sirkuler Nomor 8 yang dibuat di hadapan Notaris Yualita Widyadhari, SH., MKn.
Presiden Direktur Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, menjelaskan penyampaian ringkasan RUPST ini merupakan bagian dari keterbukaan informasi. Laporan ini juga dikonfirmasi oleh Priyo Kristanto selaku Senior Vice President Corporate Secretary perusahaan.
Menurut Priyo, informasi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kelangsungan usaha emiten. Saat ini, TYRO tetap fokus menjalankan bisnis sebagai perusahaan holding di sektor pembangkit tenaga listrik

