spot_img

Kinerja Pulih, Multisarana Intan Eduka (MSIE) Berbalik Laba Rp577 Juta pada Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Kinerja keuangan PT Multisarana  Intan Eduka Tbk (MSIE) tampak mulai pulih, setidaknya hingga semester I 2026. Manajemen Perseroan  berhasil menekan turun beban operasi sehingga MSIE mencatatkan pendapatan maupun laba pada semester I 2026 .

Emiten yang menjalankan usaha di bidang real estat dan jasa penyewaan properti  itu berbalik laba sebesar Rp577,625 juta pada semester I 2026. Padahal, di periode yang sama tahun 2025, emiten dengan kode saham MSIE ini menderita rugi bersih Rp466,056 juta.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan BEI, Rabu 15 Juni 2026, pendapatan bersih  MSIE tumbuh 6,42% menjadi Rp3,58 miliar pada semester I 2026, dari Rp3,37 miliar pada periode sama tahun 2025.

Beban pokok pendapatan MSIE naik lebih tinggi dari pendapatan yakni 29,56% jadi Rp1,19 miliar pada semester I 2026, dari Rp920,25 juta pada semester I 2025. Akibatnya, laba kotor MSIE turun 2,26% jadi Rp2,30 miliar, pada semester I 2026 dari Rp2,45 miliar semester I I 2025.

Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, emiten di bidang real estat dan jasa penyewaan properti  beraset Rp124,68 miliar per Juni 2026 itu mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp577,625 juta pada semester I 2026. Pada periode sama 2025, Perseroan rugi sebelum pajak sebesar Rp466,05 juta.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia , Selasa 14 Juli 2026,saham  MSIE ditutup turun 2,33% menjadi Rp84 per unit dibanding sehari sebelumnyadi Rp86 per unit. Jika dibandingkan antara harga 15 Juni 2026 sebesar Rp106 per unit terhadap penutupan Selasa kemarin, maka saham emiten jasa real estat ersebut telah turun sebesar 20,75%.

Sekedar informasi, PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) didirikan pada tahun 2011 di Surabaya. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa real estate dan penyewaan properti, terutama untuk industri pendidikan.

Kegiatan utama perusahaan adalah menyewakan dua properti yang berlokasi di Jl Pattimura, Plaza Segi 8, Surabaya, kepada Yayasan Intan Eduka yang mengelola Sekolah IPH (Intan Permata Hati), sebuah sekolah swasta bertaraf internasional di Surabaya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK: Tata Kelola Yang Kuat Jadi Kunci Ketahanan Sektor Jasa Keuangan di Tengah Risiko Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat penerapan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru