STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– MNC Asia Holding Tbk (BHIT), salah satu pemegang saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mengurangi porsi kepemilikan dengan menjual sebanyak 350.300.000 lembar (1,12%) sahamnya di perusahaan tersebut melalui BEI.
Transaksi dilakukan BHIT sebanyak 4 kali yakni pada tanggal 29 Mei 2026, serta 3, 10, dan 13 Juli 2026. Adapun penjualan saham IATA dilakukan pada kisaran harga Rp60-Rp65 per lembar. Dari penjualan saham IATA tersebut, BHIT mengantongi dana sekitar Rp22,76 miliar.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Selasa 14 Juli 2026 terungkap, penjualan saham IATA dilakukan oleh BHIT sebagai bagian dari rencana strategis Perseroan atas emiten investasi dan pertambangan batubara tersebut
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan BHIT atas IATA turun menjadi 2.443.810.566 unit atau setara 7,81% saham, dari sebelumnya sebanyak 2.794.110.566 unit atau setara 8,93%.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa 14 Juli 2026, saham IATA tercatat naik 1,66$ menjadi Rp60per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp59 per unit. Selama periode sepekan, saham IATA turun 3,22%. Jika dibandingkan harga 15 Juni 2026 sebesar Rp65terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten pertambangan batubara ini turun 7,69%.
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) adalah perusahaan yang bergerak sebagai perusahaan induk (holding) dan investasi dengan fokus utama pada sektor pertambangan batu bara. Melalui anak usahanya, yakni PT Bhakti Coal Resources, kegiatan operasional perusahaan berpusat di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan beberapa Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang memproduksi batu bara kalori menengah. Selain pertambangan batu bara, perusahaan tersebut juga tengah berekspansi ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), termasuk rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kalimantan Timur.

