spot_img

UNVR Tuntaskan Buyback 168,76 Juta Saham, Serap Dana Rp285,05 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah menyelesaikan aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham.  Perseroan memborong sebanyak 168.766.700 lembar saham dengan total dana mencapai Rp 285,05 miliar.

Sekretaris Perusahaan UNVR, Mario Abdi Amrillah, menyampaikan laporan hasil pelaksanaan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Aksi ini merujuk pada keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada 31 Juli 2025.

“Berikut kami sampaikan laporan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham dan laporan perkembangan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali per tanggal 30 Oktober 2025,” kata Mario dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (15/7/2026).

Manajemen UNVR menyediakan pagu dana maksimal Rp 2 triliun untuk aksi korporasi ini. Dari total anggaran tersebut, dana yang telah digunakan mencapai Rp 285.050.478.271.

Berdasarkan data laporan, transaksi pembelian dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu Juli hingga September 2025. Harga rata-rata pembelian terendah tercatat sebesar Rp 1.665 per saham pada 9 September 2025. Sementara itu, harga pembelian tertinggi menyentuh level Rp 1.703 per saham pada transaksi 23 September 2025.

Meski proses pembelian telah selesai, UNVR terpantau belum melepas kembali saham tersebut ke pasar.  Hingga periode laporan 30 Juni 2026, jumlah saham hasil buyback yang dialihkan atau dijual masih nihil.

Direktur UNVR, Neeraj Lal, menjelaskan seluruh saham tersebut saat ini masih berstatus sebagai saham tresuri. Belum ada dana yang diperoleh kembali dari hasil penjualan saham tersebut.

“Sisa saham yang wajib dialihkan kembali 168.766.700,” tulis Neeraj dalam laporan perkembangan pengalihan saham hasil buyback.

Aksi buyback ini dilakukan UNVR di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.  Langkah ini juga merujuk pada Surat OJK No. S-17/D.04/2025 tanggal 18 Maret 2025.  Ketentuan tersebut mengizinkan perseroan melakukan pembelian kembali saham tanpa melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Secara akumulasi, pembelian saham ini dilakukan dalam 13 kali transaksi. Transaksi terbesar terjadi pada 31 Juli 2025 dengan volume 38.500.000 lembar saham. Pembelian perdana tersebut setara dengan 0,101% dari jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jadwal Stock Split MLPT 1:25, Saham Nominal Baru Rp4 Berlaku 21 Juli

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) akan...

Direksi dan Komisaris Bank Jatim (BJTM) Borong 1,42 Juta Saham, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank...

IHSG Sesi I Menguat ke 6.067, Saham RANS dan PRDL Paling Aktif Diburu

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru