spot_img

Laba Adhi Karya (ADHI) Naik 12,56% di Semester I 2026 Meski Pendapatan Turun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,49 miliar pada semester I 2026. Realisasi tersebut naik 12,56% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp7,54 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026 yang dipublikasikan, Rabu 22 Juli 2026, pendapatan usaha ADHI tercatat Rp3,11 triliun, turun 18,36% dari semester I 2025 yang mencapai Rp3,81 triliun.

Meski pendapatan turun, perseroan berhasil mencatat laba kotor sebesar Rp700,42 miliar, naik 22,26% dari Rp572,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba kotor tersebut ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan ADHI sebesar 25,54% menjadi Rp2,41 triliun pada semester I 2026, dari Rp3,24 triliun pada semester I 2025.

Di sisi operasional, total beban usaha relatif stabil di level Rp384,25 miliar, dibanding Rp384,02 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban usaha tersebut terdiri atas beban penjualan sebesar Rp6,51 miliar dan beban umum serta administrasi Rp377,74 miliar. Hal ini mendorong laba usaha ADHI meningkat 67,42% menjadi Rp316,17 miliar dari sebelumnya Rp188,85 miliar.

Kontribusi positif juga datang dari ventura bersama. Bagian laba ventura bersama tercatat Rp188,41 miliar, naik tipis dibanding Rp186,24 miliar pada semester I 2025.

Namun, kinerja perseroan masih tertekan oleh sejumlah pos non-operasional. Beban keuangan meningkat menjadi Rp349,17 miliar dari Rp339,81 miliar. Selain itu, ADHI mencatat bagian rugi entitas asosiasi sebesar Rp23,92 miliar, lebih besar dibanding rugi Rp3,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga membukukan pendapatan dan beban lainnya bersih negatif Rp35,83 miliar. Padahal pada semester I 2025, pos tersebut masih mencatat surplus Rp75,24 miliar. Akibatnya, laba sebelum pajak turun 17,09% jadi Rp20,56 miliar dari Rp24,80 miliar pada semester I 2025.

Dari sisi neraca keuangan, ADHI mencatat total asset sebesar Rp27,52 triliun per Juni 2026, turun 4,39% dari Rp28,79 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2026, masing-masing Rp24,21 triliun dan Rp3,31 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Tol Meningkat, Laba Marga Lingkar Jakarta (MLJK) Tumbuh 5,66% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Marga Lingkar Jakarta (MLJK) mengantongi...

Perangi Scam dan Judi Online, BRI, PERBANAS, OJK dan Komdigi Perkuat Sinergi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) bersama Otoritas...

Keluar dari Zona Rugi, FASW Bukukan Laba Bersih Rp87,66 Miliar di Semester I 2026,

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru