STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Marga Lingkar Jakarta (MLJK) mengantongi laba bersih Rp30,54 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini tumbuh 5,66% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp28,91 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026 yang dipublikasikan, kenaikan laba ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan. MLJK mencatatkan total pendapatan Rp176,56 miliar pada enam bulan pertama tahun 2026. Angka tersebut naik 3,23% dari Rp171,04 miliar pada semester I 2025.
Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari pendapatan tol. Sektor ini menyumbang Rp175,87 miliar atau mendominasi hampir seluruh total pendapatan. Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp984 juta.
Seiring kenaikan pendapatan, beban langsung perusahaan juga mengalami peningkatan tipis. MLJK mencatat beban langsung sebesar Rp94,31 miliar pada semester I 2026. Jumlah ini naik dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp93,13 miliar.
Meskipun biaya naik, MLJK masih mampu membukukan laba bruto sebesar Rp82,25 miliar. Angka ini lebih tinggi dari laba bruto tahun 2025 yang tercatat Rp77,90 miliar.
Di sisi lain, beban umum dan administrasi juga merangkak naik menjadi Rp10,19 miliar dari Rp9,34 miliar. Beban keuangan Perseroan tercatat cukup stabil di angka Rp34,65 miliar. Faktor-faktor efisiensi pada pos-pos biaya ini menjaga laba sebelum pajak tetap tumbuh menjadi Rp42,21 miliar dari Rp38,24 miliar secara year on year (yoy).
Dalam surat pernyataan direksi, manajemen menegaskan tanggung jawab atas laporan keuangan tersebut.
“Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia,” kata Widiyatmiko Nursejati, Plt. Direktur Utama MLJK bersama Direktur Sutomo dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/7/2026).
Widiyatmiko menjelaskan semua informasi dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar. Dokumen ini juga telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dari sisi neraca keuangan, kekuatan posisi MLJK terlihat dari pertumbuhan aset. Per 30 Juni 2026, total aset Perseroan mencapai Rp1,74 triliun. Angka ini meningkat dari posisi Desember 2025 yang sebesar Rp1,71 triliun.
Total liabilitas atau utang perusahaan justru mengalami penurunan. MLJK mencatat jumlah liabilitas sebesar Rp902,20 miliar per Juni 2026. Posisi ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai Rp909,29 miliar.
Kondisi ekuitas atau modal perusahaan juga menunjukkan tren positif. Total ekuitas MLJK naik menjadi Rp839,45 miliar pada semester I 2026. Sebelumnya, pada akhir tahun 2025, total ekuitas tercatat sebesar Rp808,90 miliar.
Faradeby Septiwiajeng, General Manager Business Support MLJK, menyampaikan laporan ini merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap peraturan pasar modal. Laporan keuangan tengah tahun 2026 ini berstatus tidak diaudit atau unaudited.
MLJK sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas jalan tol. Perusahaan ini mengoperasikan jalan tol JORR W2 Utara ruas Ulujami hingga Kebon Jeruk. Saat ini, MLJK dikendalikan secara bersama oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jakarta Marga Jaya.

