STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) mencatat laba neto Rp35,03 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini naik 5,3% dibanding periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp33,26 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026 yang dikutip Sabtu (2/5/2026), penjualan neto DLTA mencapai Rp168,96 miliar. Nilai tersebut meningkat 8,17% dari Rp156,20 miliar pada kuartal I 2025.
Penjualan masih didominasi pasar domestik sebesar Rp168,22 miliar. Sementara kontribusi pasar ekspor tercatat Rp738,11 juta.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok penjualan naik 3,1% menjadi Rp50,69 miliar dari Rp49,13 miliar. Namun, laba kotor tetap tumbuh 10,47% menjadi Rp118,27 miliar dari Rp107,06 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba neto tertahan lonjakan biaya operasional. Beban penjualan meningkat dari Rp54,27 miliar menjadi Rp64,08 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik menjadi Rp22,09 miliar dari Rp18,54 miliar. Di sisi lain, penghasilan bunga sebesar Rp5,91 miliar turut menopang kinerja laba.
Manajemen melakukan penyajian kembali laporan keuangan periode 2025. Langkah ini terkait perubahan kebijakan akuntansi atas botol kaca yang dapat dikembalikan. Botol tersebut kini dikapitalisasi sebagai aset tetap dan disusutkan sesuai masa manfaatnya, tidak lagi dicatat sebagai persediaan.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan mencapai Rp1,17 triliun per 31 Maret 2026, naik 3,6% dari Rp1,13 triliun pada akhir 2025. Kenaikan ditopang pertumbuhan kas dan setara kas menjadi Rp658,17 miliar.
Liabilitas tercatat Rp376,51 miliar. Sementara itu, ekuitas meningkat menjadi Rp791,48 miliar dari Rp756,46 miliar pada akhir tahun lalu.
