spot_img

Bos SSMS Blak-blakan ke BEI Soal Rencana BUMN Ekspor, Ini Penjelasanya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan permintaan penjelasan kepada PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS). Hal ini terkait rencana pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam (SDA) dan pembentukan BUMN khusus ekspor.

Permintaan penjelasan ini merujuk pada pemberitaan media massa tanggal 22 Mei 2026. Otoritas bursa ingin mengetahui sejauh mana kebijakan tersebut berdampak pada kinerja emiten sawit ini.

Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Jap Hartono menjelaskan posisi perusahaan terhadap rencana kebijakan tersebut. Perseroan menyatakan dukungannya terhadap langkah yang diambil pemerintah.

“Pada dasarnya, Perseroan mendukung kebijakan yang diambil oleh Pemerintah. Perseroan berkomitmen menjaga keberlanjutan usaha dan seluruh pemegang saham serta para pemangku kepentingan lainnya,” tulis Jap, dikutip Kamis (27/5/2026) WIB.

Mengenai rincian dampak terhadap kinerja perusahaan, Jap memberikan jawaban yang cukup mengejutkan bagi pelaku pasar. SSMS ternyata belum terpengaruh oleh rencana aturan ekspor tersebut.

Hal ini dikarenakan aktivitas bisnis perseroan saat ini masih berfokus pada pasar domestik. Perseroan memberikan jawaban serupa untuk berbagai poin pertanyaan yang diajukan oleh BEI.

“Perseroan tidak melakukan ekspor,” tegas Jap dalam surat jawaban tersebut.

Ketiadaan aktivitas ekspor ini membuat operasional dan kelangsungan usaha perseroan tetap stabil. Kondisi keuangan, mulai dari pendapatan, laba usaha, laba bersih, hingga arus kas, tidak terdampak oleh rencana PP tersebut.

Tidak hanya soal keuangan, Jap memastikan tidak ada risiko hukum seperti wanprestasi kontrak. Hubungan dengan pelanggan eksisting maupun pemenuhan kewajiban utang (covenant) kepada kreditur tetap terjaga karena seluruh aktivitas berjalan di dalam negeri.

Terkait strategi mitigasi, SSMS belum menyiapkan langkah khusus karena memang tidak mengekspor produknya ke luar negeri. Namun, manajemen tetap membuka peluang ekspansi di masa depan dengan komitmen kepatuhan yang tinggi.

“Saat ini Perseroan tidak melakukan ekspor. Namun, apabila di masa mendatang Perseroan melakukan ekspor, maka seluruh aktivitas tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ungkap Jap.

Penjelasan ini diharapkan memberikan kejelasan bagi para investor di pasar modal. Dengan fokus di pasar domestik, SSMS terlihat lebih terlindungi dari gejolak perubahan regulasi ekspor yang tengah digodok pemerintah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Invesco Funds Lepas 4,37 Juta Saham SMGR, Porsi Kepemilikan Susut di Bawah 7%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Invesco Funds terpantau melakukan aksi jual...

Saham PGLI Bergejolak, Manajemen Akhirnya Buka Suara ke BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Pembangunan Graha Lestari Indah...

MYTX Rombak Pengurus dan Tambah Jaminan Saham ke Bank Mandiri, Ini Hasil Lengkap RUPS-nya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru