spot_img

Direktur PGAS Beli 679 Ribu Saham di Atas Harga Pasar, Investasi Tembus Rp998 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Salah seorang Direktur PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)  yakni Arief Kurnia Risdianto melakukan pembelian atau investasi dengan memborong sebanyak 679.000  lembar saham perusahaan distributor tersebut melalui BEI pada 10 Juli 2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen ke BEI, Senin 13 Juli  2026 , Arief Kurnia Risdianto membeli saham PGAS pada harga Rp1.470 per lembar  senilai Rp998 juta. Tujuan transaksi  yakni investasi dengan status kepemilikan saham langsung.

Seperti diketahui, pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, 10 Juli 2026, saham emiten di bidang distributor gas ini ditutup di  Rp1.465 per unit. Itu berarti, Arief Kurnia memborong saham PGAS di atas harga pasar. Direktur PGAS ini membeli lebih murah Rp5 per unit.

“Dengan ini saya melaporkan bahwa saya telah memiliki saham Perusahaan Terbuka dengan rincian sebagai berikut. Pelaporan ini sesuai dengan Pasal Pasal 2 Ayat 2 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor  POJK 4/2024,” tulis Arief dalam keterangannya. Setelah pembelian saham tersebut, Arief Kurnia Risdianto memiliki sebanyak  579.000 lembar, dari sebelumnya tidak ada.

Pada perdagangan di BEI, Rabu 1 Juli 2026, saham  PGAS tercatat NAIK 1,02% menjadi Rp1.480 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp1.475 per unit. Selama sepekan, saham PGAS turun 4,27%, Jika dibandingkan antara harga 15 Juni 2026 sebesar Rp1.575 per unit, maka harga saham emiten diatributor gas tersebut telah  merosot sebesar 6,75%.

Sekedar informasi, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) merupakan perusahan yang didirikan pada tahun 1859 pada masa kolonial Belanda dengan nama Firma L.J.N. Eindhoven & CO Gravenhage. Menjadi perusahaan milik negara pada 13 Mei 1965.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan induk gas dengan anak perusahaan seperti PT Transportasi Gas Indonesia, PT PGAS Telekomunikasi Nusantara, PT PGAS Solution, PT Saka Energi Indonesia, PT Gagas Energi Indonesia, dan PT PGN LNG Indonesia.

Kegiatan usaha dibagi menjadi empat unit: perumahan dan usaha kecil, bisnis, transportasi, dan pengadaan. Lokasi proyek tersebar di seluruh Indonesia, antara lain di Batam, Surabaya, dan Tarakan. Kantor pusat terletak di Jl. KH Zainul Arifin 20, Jakarta..

- Advertisement -

Artikel Terkait

MDKA Siapkan Dana Rp1,47 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Agustus 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)...

PP Persero (PTPP) Kantongi Kontrak Rp151,9 Miliar untuk Bangun Tower 4 ITS Surabaya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT PP Persero Tbk (PTPP), perusahaan...

Penutupan Sesi I Naik 0,61% ke 6.074,615, Transaksi Tembus Rp10,22 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru