STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Lao Sioe Ho, Komisaris PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan sewa guna usaha dan pembiayaan konsumen ini melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun transaksi tersebut dilakukan selama tiga hari yakni tanggal 6, 7, dan 8 April 2026.
Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI , Senin 13 April 2026, Lao Sioe Ho menjual sebanyak 20.000.000 lembar (0,07%) saham BFIN di kisaran harga Rp665-Rp680 per lembar. Sehingga Lao Sioe berhasil mendapatkan keuntungan Rp13,6 miliar.
Tujuan transaksi adalah divestasi dengan kepemilikan saham langsung. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Lao Sioe Ho terhadap saham BFIN berkurang atau turun menjadi 318.629.860 lembar atau 2,18%. Sebelumnya, Lao Sioe Ho menggenggam sebanyak 338.629.860 lembar atau sekitar 2,25% saham.
BFIN membukukan laba bersih sebesar Rp1,58 triliun pada tahun 2025, naik tipis 1,1% dibanding periode sama tahun 2024. Kenaikan laba ini didukung pendapatan usaha yang tumbuh 6,5% menjadi Rp6,67 triliun pada tahun 2025. BFIN mencatat pembiayaan baru sebesar Rp21,9 triliun pada 2025, naik 8,9% dari tahun 2024.
Hingga pukul 09.40 WIB perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Selasa 14 April 2026, saham BFIN tercatat di Rp720 per unit, naik 1,41% dibanding sehari sebelumnya di Rp710. Selama periode sepekan, harga saham BFIN meningkat 6,76%, dari posisi Rp665 per saham menjadi Rp710 per saham pada 13 April 2026.
Seperti diketahui, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha dibidang sewa guna usaha dan pembiayaan konsumen termasuk sewa pembiayaan, pembiayaan konsumen, dan kartu kredit. Perusahaan pembiayaan tersebut mulai beroperasi pada tahun 1982. (konrad)
