STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Super Energy Tbk (SURE) menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada April 2026. Dalam laporan tersebut, emiten yang tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) itu mengungkap posisi terkini kepemilikan saham, jumlah investor, serta Ultimate Beneficial Owner (UBO) perseroan.
Berdasarkan laporan tersebut, jumlah saham free float atau saham yang dimiliki publik nonpengendali tercatat sebanyak 115.136.128 lembar. Jumlah itu setara dengan 7,69% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 1.497.576.771 lembar.
Porsi free float tersebut masih berada di bawah ketentuan minimum BEI. Merujuk pada Peraturan BEI Nomor I-A, perusahaan yang tercatat di Papan Pengembangan wajib memiliki free float sekurang-kurangnya 15% dari total saham tercatat. Meski demikian, secara jumlah, saham free float SURE telah melampaui batas minimum 50 juta saham.
Dari sisi jumlah investor, SURE memiliki 516 pemegang SID (Single Investor Identification) per akhir April 2026. Angka ini turun tipis dibandingkan posisi Maret 2026 yang sebanyak 521 SID. Meski berkurang, jumlah tersebut masih berada di atas ketentuan minimum BEI, yakni sedikitnya 300 investor.
Dalam struktur pemegang saham di atas 5%, PT Super Capital Indonesia tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 881.590.000 saham atau setara 58,87%.
Pemegang saham besar lainnya adalah Tokyo Gas Asia PTE LTD yang menggenggam 500.190.643 saham atau 33,40%.
Sementara itu, kepemilikan masyarakat secara keseluruhan tercatat sebanyak 115.796.128 saham atau 7,73%.
Perseroan juga mengungkap pengendali pada tingkat individu atau Ultimate Beneficial Owner (UBO), yakni Agustus Sani Nugroho dan Rheza R. R. Susanto. Keduanya mengendalikan perseroan secara tidak langsung melalui kepemilikan di PT Super Capital Indonesia.
Corporate Secretary SURE, Andre Rachman, menegaskan bahwa manajemen bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi laporan tersebut.
“Semua informasi dalam LBRE telah dimuat secara lengkap dan benar,” tulis Andre dalam dokumen resmi perseroan.
Ia menambahkan, perhitungan free float telah disusun sesuai ketentuan bursa.
“Perhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V,” ujarnya.
Hingga akhir April 2026, SURE tidak memiliki saham treasuri. Seluruh saham yang diterbitkan dan disetor penuh perseroan telah tercatat sepenuhnya di Bursa Efek Indonesia.
