STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menaruh perhatian khusus pada pergerakan saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH). Emiten ini masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA) akibat peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman ini dalam keterbukaan informasi. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan bagi para investor di pasar modal.
“Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga pada saham PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk. (CASH) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” ujar Yulianto dalam rilisnya, dikutip Senin (20/4/2026).
BEI menegaskan status UMA ini merupakan bagian dari pengawasan bursa. Pihak otoritas sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham tersebut secara mendalam.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tambahnya.
Informasi terakhir mengenai CASH dipublikasikan pada 17 April 2026 melalui website Bursa. Laporan tersebut memuat data mengenai kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Sehubungan status UMA ini, BEI meminta investor untuk tetap waspada. Para pelaku pasar perlu memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa.
Investor juga diharapkan mencermati kinerja perusahaan serta seluruh keterbukaan informasinya. Pengkajian kembali atas rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS juga sangat penting.
Segala kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari harus dipertimbangkan dengan matang. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab para investor sebelum menentukan langkah di pasar saham.
Harga Saham CASH
Pada perdagangan Jumat (17/4/2026), harga saham CASH ditutup pada level Rp230 per lembar. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar Rp16 atau menguat 7,48%.
Saham CASH dibuka pada level Rp218. Sepanjang hari, harga tertinggi sempat menyentuh Rp232 dan harga terendah berada di posisi Rp212.
Volume perdagangan saham ini tercatat mencapai 7.159.700 lembar. Pada hari sebelumnya, 16 April 2026, harga penutupan CASH berada di level Rp214.
Level Rp230 merupakan harga tertinggi tahun berjalan bagi CASH. Sementara itu, harga terendah tahun ini tercatat senilai Rp102 pada 8 Januari 2026.
Nilai kapitalisasi pasar (market cap) CASH saat ini mencapai Rp329,16 miliar. Dalam rentang 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp51 hingga Rp232. (konrad/daiz)
