spot_img

Jaya Real Property (JRPT) Likuidasi Anak Usaha JMS, Ini Dampaknya bagi Bisnis

STOCKWATCH.ID (TANGERANG SELATAN) — PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) memutuskan membubarkan salah satu anak usahanya. Perusahaan tersebut adalah PT Jaya Mitra Sarana (JMS). Pembubaran ini diikuti dengan proses likuidasi.

Keputusan ini sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) JMS pada 26 Juni 2026. JRPT sendiri memiliki kepemilikan saham sebesar 50% pada JMS.

Audi Lazaro, Corporate Secretary Jaya Real Property Tbk, memberikan penjelasan melalui keterbukaan informasi. Penjelasan ini merujuk pada peraturan OJK tentang keterbukaan informasi emiten.

“Sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa JMS tertanggal 26 Juni 2026, JMS sedang dalam proses likuidasi,” ujar Audi dalam laporannya, dikutip Senin (29/6/2026).

Langkah likuidasi ini dipastikan tidak mengganggu jalannya bisnis induk usaha. Manajemen menegaskan seluruh kegiatan perusahaan tetap berjalan normal. Kondisi keuangan perusahaan juga dipastikan tetap aman.

“Kejadian dan informasi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tambah Audi.

Manajemen JRPT menjelaskan transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020.

Selain itu, pembubaran JMS bukan termasuk transaksi material. Ketentuan ini merujuk pada Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020. Transaksi material biasanya berkaitan dengan perubahan besar pada kegiatan usaha perusahaan.

Sebagai informasi, JRPT merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti dan real estate. Perusahaan ini berbasis di Tangerang Selatan. Saat ini, proses likuidasi JMS masih terus berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku

- Advertisement -

Artikel Terkait

Masuk UMA, BEI Minta Investor Waspadai Pergerakan Saham Emiten Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, bahwa...

Harga Terbang 105,82%, BEI Suspensi Perdagangan Saham Kian Santang Muliatama (RGAS)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan  sementara (suspensi)...

Meski IHSG Dibuka Menguat 0,19% ke 5.907,442, Investor Tetap Cermati Sentimen Global

STOCKWATCH (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru