STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Kinerja keuangan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) tampak solid pada Januari-Maret 2026. Pendapatan dan laba emiten produsen kendaraan listrik komersial tersebut kompak tumbuh positif. Penampilan kinerja keuangan VKTR yang impresif ini terutama karena didukung oleh keberhasilan manajemen dalam menjalankan efisiensi biaya operasional.
Menurut laporan keuangan per Maret yang diumumkan, Selasa 26 Mei 2026, laba bersih VKTR melonjak 97,97% jadi Rp10,55 miliar (Rp0,08 per saham) pada Januari-Maret 2026 dari Rp5,33 (Rp0,08 per saham) di periode sama 2025.
Lonjakan laba emiten kendaraan listrik komersial tersebut, antara lain ditopang oleh pendapatan bersih yang meningkat 58,19% menjadi Rp344,99 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp218,07 miliar pada kuartal I 2025.
Pendapatan VKTR selama kuartal I 2026 didominasi oleh perdagangan komponen suku cadang dan besi bekas yakni Rp234,16 miliar. Sementara penjualan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai menyumbang Rp111,66 miliar.
Seiring pendapatan,beban pokok pendapatan VKTR juga naik 61,54% menjadi Rp280,56 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp173,68 miliar di kuartal I 2025. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 45,12% jadi Rp64,43 miliar pada kuartal I 2026, jika dibandingkan Rp44,39 miliar pada kuartal I 2025.
Setelah dikurangi beban usaha, emiten produsen kendaraan listrik itu membukukan laba usaha sebesar Rp20,89 miliar pada kuartal I 2026. Pencapaian laba usaha ini meroket 823% dibanding Rp2,26 miliar pada kuartal I 2025.
Total aset VKTR per Maret 2026 sebesar Rp1,83 triliun, naik 2% dari Rp1,79 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp573,44 miliar dan Rp1,26 triliun. (konrad)

