spot_img

Laba Bersih Bank Jago (ARTO) Melesat 49% Jadi Rp189 Miliar di Semester I-2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil membukukan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp189 miliar pada semester I-2026. Angka ini melonjak 49% jika dibandingkan laba Rp127 miliar pada akhir Juni 2025.

Pencapaian laba ini sejalan dengan pertumbuhan total aset Perseroan.  Hingga akhir Juni 2026, aset Bank Jago mencapai Rp41,4 triliun. Nilai tersebut tumbuh 28% dibandingkan posisi Juni 2025 yang sebesar Rp32,4 triliun.

Pertumbuhan bisnis Bank Jago juga terlihat dari jumlah nasabah yang terus bertambah.  Bank berbasis teknologi ini telah melayani 20,1 juta nasabah hingga akhir Juni 2026. Jumlah itu meningkat hampir 3 juta nasabah dari posisi semester I-2025 yang sebanyak 17,2 juta nasabah.

Dari total tersebut, sebanyak 14,7 juta merupakan nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Peningkatan jumlah nasabah ini memberikan dampak positif pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun pada paruh pertama tahun ini. Angka ini meningkat 23% dari Rp22,4 triliun pada akhir Juni 2025.  Dana murah atau current account and savings account (CASA) mendominasi DPK sebesar 53% atau setara Rp14,6 triliun. Sementara itu, deposito menyumbang 47% atau Rp13,1 triliun.

Di sisi pembiayaan, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp26,6 triliun pada akhir Juni 2026. Realisasi ini tumbuh 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,4 triliun.

Bank Jago tetap menjaga kualitas kredit dengan prinsip kehati-hatian.  Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 0,8%. Angka ini tercatat lebih rendah dibandingkan rata-rata NPL perbankan nasional.

“Sebagai bank berbasis teknologi, pertumbuhan bisnis ini tidak lepas dari inovasi produk dan layanan kami serta kolaborasi kuat dengan mitra ekosistem strategis. Dengan begitu kami mampu menghadirkan solusi keuangan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah, sekaligus membangun fundamental yang solid untuk pertumbuhan di masa depan,” kata Direktur Utama Bank Jago Arief Harris, di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Pertumbuhan ini didukung oleh kolaborasi dengan ekosistem Bibit dan Stockbit. Melalui kerja sama ini, nasabah bisa membeli produk investasi seperti reksadana, obligasi, dan saham secara mudah.  Saat ini, lebih dari 3,6 juta nasabah Aplikasi Jago sudah terhubung dengan aplikasi Bibit dan Stockbit.

Selain itu, Bank Jago bekerja sama dengan mitra penyaluran kredit seperti BFI Finance dan berbagai platform digital.  Kolaborasi ini membantu nasabah mendapatkan fasilitas pembiayaan dengan lebih cepat dan terukur.

Arief menjelaskan manajemen berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang sudah terbangun selama lima tahun terakhir. Bank Jago juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab.

“Kami berkomitmen terus menjalankan kolaborasi bisnis dan penyaluran kredit yang telah terbangun baik selama lima tahun terakhir. Pada saat yang sama kami juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah melalui konsep pembiayaan yang bertanggung jawab untuk menjangkau segmen nasabah yang lebih luas,” jelas Arief.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago. Fitur ini membantu debitur memantau kesehatan finansial dan kapasitas kredit mereka secara transparan langsung dari aplikasi.

Dari sisi kekuatan modal, Bank Jago memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) pada level 28,4%. Tingkat permodalan yang kuat ini menjadi modal penting untuk terus berinovasi dan tumbuh secara berkelanjutan.

“Kami ingin Bank Jago dikenal bukan hanya sekadar bank di saku nasabah tetapi menjadi bank berbasis teknologi yang membantu nasabah, mitra ekosistem, dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kesempatan tumbuh mereka secara bersama-sama melalui inovasi dan kolaborasi yang berdampak positif di masa depan,” pungkas Arief.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Danantara Resmi Ambil Alih Mandiri Manajemen Investasi (MMI) dari Mandiri Sekuritas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mengambil...

Masuk Peringkat 132 Bank Terbesar Dunia Versi The Banker, Ini Catatan Kinerja Solid BRI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru