Laporan Keuangan Disclaimer Dua Tahun Beruntun, BEI Suspensi Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk (AKKU). Langkah tegas ini mulai berlaku sejak sesi I perdagangan Periodic Call Auction pada Kamis, 2 April 2026.

Keputusan suspensi ini menimpa satu emiten yang berada di Papan Pemantauan Khusus. Otoritas bursa mengambil tindakan ini setelah melakukan pemantauan atas laporan keuangan auditan perseroan.

AKKU tercatat memperoleh opini Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer) selama dua periode berturut-turut. Opini tersebut diberikan oleh akuntan publik untuk laporan keuangan per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2025.

Bursa merujuk pada ketentuan III.1.1 Peraturan Bursa Nomor I-L tentang Suspensi Efek. Aturan tersebut mengatur mengenai penghentian perdagangan jika emiten mendapatkan opini Disclaimer dua kali beruntun atau opini Tidak Wajar (Adverse) satu kali.

Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Yayuk Sri Wahyuni, P.H., menyampaikan pengumuman ini melalui keterbukaan informasi. Otoritas meminta pihak berkepentingan untuk selalu mencermati setiap informasi yang disampaikan perusahaan.

“Bursa memutuskan melakukan penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di seluruh Pasar hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” ujar Yayuk Sri Wahyuni, P.H.

Harga Saham AKKU

Berdasarkan data perdagangan Senin, 13 April 2026, harga saham AKKU berada di posisi Rp38 per unit. Nilai ini tidak mengalami perubahan (0,00%) dibandingkan penutupan sebelumnya pada 10 April 2026.

Saham ini sempat dibuka pada level Rp37. Namun, volume perdagangan tercatat nol saham karena status suspensi yang masih berlangsung hingga saat ini.

Sepanjang tahun berjalan (year to date), saham AKKU mencapai harga tertinggi di level Rp50 pada 15 Januari 2026. Sementara itu, titik terendah berada pada harga Rp32 pada 2 Januari 2026.

Nilai kapitalisasi pasar PT Anugerah Kagum Karya Utama Tbk saat ini tercatat sebesar Rp245,07 miliar. Dalam kurun waktu 52 minggu terakhir, harga saham emiten ini bergerak pada rentang Rp13 hingga Rp50.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Divestasi 20 Juta Saham Perusahaan, Komisaris BFIN Kantongi Cuan Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Lao Sioe Ho, Komisaris PT BFI Finance...

Buat Keperluan Belanja Modal, Matahari Putra Prima (MPPA) Bakal Gelar Right Issue Rp1,199 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana...

IHSG Pagi Ini Naik Tembus 7.600, Menguat 1,64% Bareng Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru