spot_img

NAIK, Perusahaan Fire Protection System Pertama Melantai di BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), emiten bidang Perdagangan Sistem Proteksi Kebakaran dan Jasa Sistem Proteksi Kebakaran (Fire Protection System), resmi mencatatkan saham IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/11/2024).

Yana Maryanah, Sekretaris Perusahaan NAIK, mengemukakan, Perseroan yang lebih dari 15 tahun di bidang Fire Protection System ini, telah memulai proses penawaran awal (bookbuilding) pada 22-24 Oktober 2024. Proses initial public offering (IPO) telah dilaksanakan pada 07-11 November 2024.

“Hari ini, (Rabu, 13/11/2024) saham NAIK dicatatkan BEI, sebagai perusahaan Fire Protection System pertama di Indonesia yang melantai di Bursa,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (13/11/2024).

Secara rinci Yana menjelaskan, Perseroan menawarkan sebanyak 750 juta saham baru, atau setara 23,08% dari modal disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham, dengan nilai nominal Rp20 per saham. Dengan harga penawaran sebesar Rp107 per saham, Perseroan memperoleh tambahan modal sebesar Rp80,250 miliar.

Bersamaan dengan penawaran umum saham perdana, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 375 juta waran seri I atau sebanyak 15% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO ini disampaikan. Dengan rasio setiap pemegang 2 (dua) saham baru berhak memperoleh 1 (satu) waran seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp135 per saham.

Lebih jauh Yana menjelaskan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk pembelian material utama, material pembantu, material consumables, serta biaya gaji, lembur tenaga kerja, akomodasi serta mobilisasi tenaga kerja.

Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk pembelian material utama, material pembantu, material consumables, serta biaya gaji, lembur tenaga kerja, akomodasi serta mobilisasi tenaga kerja.

Yana menambahkan, melalui penawaran saham ini, Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan segmen pasar di high-end industry melalui kerjasama dengan lebih banyak konsultan di berbagai industri termasuk konsultan di industri oil & gas, kontraktor EPC luar negeri yang mengerjakan proyek di Indonesia, dan memperbanyak proyek EPC dengan nilai yang besar. Dengan demikian, Perseroan dapat melakukan ekspansi dalam jangka panjang sehingga memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang telah berkontribusi mendukung pertumbuhan Perseroan. (*/yan)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris MAXI Candra Gunawan Serok 30 Juta Saham Perusahaan Sendiri, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Candra Gunawan, Komisaris PT Maxindo Karya Anugerah...

Transaksi Jumbo! GXS Bank Pte Borong 7,22%  Saham SUPA Senilai Rp800 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- GXS Bank Pte, Ltd, salah satu  pemegang...

Investor Segar Kumala Indonesia (BUAH) Terima Dividen Rp12,5 per Saham, 49,64% dari Laba 2025

TOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dividen tunai PT Segar Kumala Indonesia Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru