STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Pergerakan ini mengikuti reli pemulihan yang terjadi selama empat sesi terakhir. Sentimen positif muncul saat pasar mencerna rincian kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,5%. Sebagian besar bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. IBEX 35 Spanyol melonjak 1,3%. FTSE MIB Italia naik 0,4%. DAX Jerman meningkat 0,2%. Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,14% ke level 10.508,61. Sementara itu, indeks CAC 40 Perancis terkoreksi 0,2%.
Pasar global merespons laporan Washington akan membatalkan sanksi terhadap minyak mentah Iran. Langkah ini secara efektif menghapus premi risiko geopolitik dari harga energi. Penurunan harga minyak memberikan keleluasaan bagi investor untuk melepas taruhan pada guncangan inflasi yang berkepanjangan.
Sentimen ini terlihat jelas pada pasar pendapatan tetap. Imbal hasil obligasi Zona Euro berjangka pendek terus menurun mengikuti ekspektasi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB). Data inflasi (CPI) Mei di Zona Euro juga menunjukkan perlambatan bulanan yang melegakan pelaku pasar.
Investor kini mengalihkan perhatian ke Washington untuk keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Ini menjadi keputusan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. Suku bunga diperkirakan tetap, namun pasar akan memantau ketat arahan dari Warsh.
“Konferensi pers perdana Warsh dan panduan ke depan akan dianalisis secara mikroskopis untuk mencari petunjuk likuiditas global,” tulis Investing. Hal tersebut akan menjadi penentu utama arah ekuitas menuju paruh kedua minggu ini.
Di Inggris, indeks FTSE 100 tertahan oleh penurunan saham-saham komoditas. Raksasa minyak BP dan Shell merosot sejalan dengan jatuhnya harga minyak mentah. Pasar Inggris juga tengah mencerna data inflasi domestik yang berada di angka 2,8% atau tidak berubah secara tahunan.
Sektor otomotif mengalami tekanan setelah produsen mobil mewah BMW memangkas prakiraan laba tahunan. Saham BMW anjlok 6,8% dan menyeret saham Volkswagen AG serta Mercedes Benz Group AG. Penurunan ini sempat memberikan sentimen negatif pada indeks DAX Jerman.
Namun, kabar positif datang dari beberapa emiten individu. Saham Straumann meroket 9% setelah meningkatkan prospek profitabilitas setahun penuh. Platform jual beli mobil bekas daring, Auto1, melonjak 8,6% berkat panduan keuangan jangka panjang yang kuat.

