Rabu, Januari 21, 2026
26.5 C
Jakarta

Ketegangan Israel-Lebanon Angkat Harga Minyak Dunia

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia naik 1% pada penutupan perdagangan Kamis (27/6/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (28/6/2024) WIB. Ketegangan antara Israel dan milisi Hezbollah yang didukung Iran menjadi penyebab utama kenaikan ini, mengesampingkan lemahnya permintaan bensin di Amerika Serikat.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 84 sen atau 1,04% menjadi US$81,74 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus 2024, bertambah US$1,14 atau 1,34% mencapai US$86,39 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Israel telah mengerahkan pasukan ke perbatasan utara minggu ini karena serangan dari perbatasan Lebanon meningkat sejak pertengahan Mei hingga pertengahan Juni. RBC Capital Markets mencatat bahwa tren ini tampaknya mengarah pada konfrontasi militer langsung antara Hezbollah dan Israel.

Helima Croft, kepala strategi komoditas global di RBC, dalam catatannya mengatakan bahwa operasi gas lepas pantai Israel juga bisa diserang oleh Hezbollah. Namun, ancaman sebenarnya terhadap pasokan energi regional adalah jika Iran menargetkan infrastruktur kritis untuk menginternasionalisasi biaya konflik atau jika Israel menargetkan fasilitas energi Iran.

Amerika Serikat melaporkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah dan bensin untuk minggu yang berakhir pada 21 Juni. Hal ini mengecewakan mereka yang berharap lonjakan permintaan akan menghidupkan kembali reli minyak baru-baru ini. Banjir pesisir akibat badai tropis Alberto telah memukul permintaan bensin di AS, dengan konsumsi turun di bawah 9 juta barel per hari untuk pertama kalinya dalam tiga minggu, menurut JPMorgan.

Prateek Kedia, wakil presiden penelitian komoditas global di JPMorgan, mengatakan bahwa badai tersebut meninggalkan dampak yang terlihat pada konsumsi bensin AS. Namun, harga minyak masih berhasil ditutup lebih tinggi pada hari Rabu karena ketegangan yang meningkat di perbatasan Israel-Lebanon memberikan dukungan harga.

John Evans, analis di broker minyak PVM, dalam catatannya kepada klien mengatakan, “Jika bukan karena peningkatan risiko geopolitik yang stabil dan bertahap di Timur Tengah, harga minyak mungkin mengalami penurunan yang lebih negatif.”

Daniel Yergin, wakil ketua S&P Global, dalam wawancaranya dengan CNBC mengatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah masih membayangi pasar. Dia memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak lagi, merujuk pada reli April ketika harga melonjak di atas US$90 per barel saat Israel dan Iran hampir berperang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi AS-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke Level 64,19 USD

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak menguat tipis...

Minyak Dunia Oversupply, ICP Desember 2025 Tertekan ke US$61,10 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru