spot_img

Semester I 2024, Indonesia Kendaraan Terminal Bukukan Laba Rp80,68 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Indonesia Kendaraan Terminal  Tbk (IPCC) melaba Rp80,68 miliar (Rp44,37 per saham) pada semester I 2024, naik 2,24% jika dibandingkan Rp78,91 miliar ( Rp43,40 per saham) pada periode sama 2023.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2024 yang diumumkan, Senin (22/7/2024), kenaikan laba tersebut didukung antara lain oleh penurunan beban keuangan IPCC sebesar 50,2% jadi Rp15,6 miliar, dari Rp31,34 miliar pada semester I 2023. Selain itu, beban pajak IPCC juga turun 9,58% dari Rp25,86 miliar pada semester I 2023, menjadi Rp23,38 miliar pada semester I 2024.

Akumulasi penurunan beban keuangan dan beban pajak mendorong laba sebelum pajak emiten beraset Rp1,86 triliun per Juni 2024 itu tumbuh 1,45% menjadi Rp99,64 miliar pada semester I 2024, dari Rp98,22 miliar semester I 2023.

Sementara pendapatan bersih IPCC turun 1,82% jadi Rp360,26 miliar pada semester I 2024, dari Rp36,96 miliar pada semester I 2023.  Pendapatan IPCC dari pelayanan jasa terminal mengkontribusi pendapatan Rp340,96 miliar, naik 1,4% dari Rp336,13 miliar pada semester I 2023. Adapun pendapatan pelayanan jasa barang anjlok 70,9% jadi Rp5,88 miliar pada semester I 2024 dari Rp20,25 miliar.

Pendapatan IPCC dari pengusahaan tanah, bangunan, air, dan listrik mencapai Rp8,5 miliar, meningkat 45,23% dari Rp5,85 miliar pada semester I 2023. Sedangkan penghasilan rupa-rupa usaha menyumbmg pendapatan Rp4,89 miliar.

Total liabilitas IPCC per Juni 2024 sebesar Rp679,84 miliar, naik 20,23% dari Rp565,44 miliar per Desember 2023. Ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp282,31 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp397,52 miliar. Adapun jumlah ekuitas perseroan per Juni 2024 mencapai Rp1,19 triliun. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Gelar Pertemuan dengan MSCI Pekan Depan, Bahas Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan...

Menanti Putusan MSCI 24 Juni, BEI Optimistis Indonesia Tetap Bertahan di Emerging Market

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis pasar...

Direktur Astra (ASII) Djap Tet Fa Serok 2,2 Juta Saham Perusahaan di Atas Harga Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Djap Tet Fa, salah seorang Direktur PT...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru