back to top

Siap Voluntary Delisting, BEI Suspensi Saham Multistrada Arah Sarana

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di seluruh pasar  mulai sesi pertama perdagangan saham Jumat (26/7/2024).

Menurut Adi Pratomo Aryanto, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 BEI dalam pengumuman, Jumat (26/7/2024), suspensi MASA dengan merujuk pada surat PT Multistrada Arah Sarana Tbk nomor 0038/CS/MASA/VII/24 tanggal 25 Juli 2024 perihal Permohonan Pembatalan Pencatatan (delisting) dan Permohonan Suspensi Efek MASA, dimana Perseroan menyampaikan rencana melakukan voluntary delisting dari Bursa Efek Indonesia dan go private.

“Bursa meminta kepada pihak-pihak terkait untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” tulis Adi.

Sekedar informasi, MASA berencana melakukan voluntary delisting menyusul aksi akuisisi saham perseroan oleh pabrikan ban asal Prancis, Michelin pada 6 Maret 2019.

Dalam transaksi tersebut, Compagnie Generale Des Etablissements Michelin atau Michelin mengakuisisi 87,58% saham dari modal ditempatkan dan disetor perseroan atau setara 8.042.922.431. Nilai transaksi ini mencapai US$439 juta.

Michelin membeli saham MASA dari Pieter Tanuri dan PT Central Sole Agency yang sebelumnya ada pengendali MASA, dan Windsor Investment Fund Ltd yang adalah pemegang saham utama MASA lainnya dengan harga Rp843 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2024,  pemegang saham Multistrada Arah Sarana (MASA) sebagai berikut, Compagnie Generale des Etablissement Michelin sebesar 99,64% dan investor publik sebesar 0,36%. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bakrie & Brothers (BNBR) Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Siap-siap Dilusi 33,33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Tiga Obligasi Baru Melantai Bareng di BEI, Total Emisi 2026 Tembus Rp40,51 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan...

IHSG Rontok 7,89% Sepekan, Investor Asing Tarik Dana Rp7,29 Triliun Sepanjang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Kinerja pasar saham Indonesia sedang lesu...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru