STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD140,49 juta (US$0,0034 per saham) pada semester I 2025, turun 43,52% jika dibandingkan USD248,76 juta (US$0,0061 per saham) pada semester I 2024.
Penurunan laba ADMR, menurut laporan keuangan per Juni 2025 yang diumumkan Jumat 29 Agustus 2025, disebabkan antara lain oleh pendapatan bersih Perseroan yang merosot 26,86% menjadi USD443,94 juta pada semester I 2025, dari USD607,03 juta pada periode sama tahun 2024.
Penyumbang terbesar penurunan pendapatan ADMR semester I 2025 dari penjualan hasil tambang ke pihak ketiga yakni 39,71% menjadi USD234,11 juta, dari USD388,31 juta pada semester I 2024. Adapun penjualan hasi tambang ke pihak berelasi turun 4,06% menjadi USD209,83 juta, dari USD218,72 juta.
Sering pendapatan, beban pokok pendapatan ADMR juga turun 4,8%, dari USD277,06 juta pada semester I 2024, menjadi USD263,74 juta pada semester I 225. Akan tetapi, laba kotor ADMR anjlok 45,39% menjadi USD180,19 juta pada semester I 2025, dibanding USD329,97 juta pada periode sama tahun 2024.
Setelah dikurangi beban usaha, emiten pertambangan dan perdagangan batubara metalurgi ini membukukan laba usaha sebesar USD158,25 juta pada semester I 2025, terpangkas tajam 48,88% dari USD309,59 juta pada semester I 2024.
Total asset ADMR per Juni 2025 sebesar USD2,44 miliar, naik 17,84% dari USD2,07 miliar per Desmeber 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2025, masing-masing sebesar USD3891,42 juta dan USD1,55 miliar.
Sekedar informasi, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 2007 sebagai PT Jasapower Indonesia. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara metalurgi. Perusahaan ini merupakan anggota dari grup Adaro.
Perseroan memiliki satu anak perusahaan langsung, PT Alam Tri Daya Indonesia, yang memiliki lima anak perusahaan: PT Lahai Coal, PT Maruwai Coal, PT Sumber Barito Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Juloi Coal. Pada tahun 2021, kepemilikan induk perusahaan pada anak-anak perusahaan tersebut menjadi 99%. Perusahaan juga berubah nama menjadi PT Adaro Minerals di tahun yang sama. (konrad)
