Hingga Juli 2025, Nilai Transaksi Pakai Mata Uang Lokal di ASEAN Melesat 112%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indonesia bersama negara-negara ASEAN terus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas atau Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini mendorong perdagangan dan investasi jadi lebih efisien, menekan risiko fluktuasi nilai tukar, serta memperkuat pasar keuangan kawasan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menegaskan pentingnya inisiatif ini. “Inisiatif ini berperan penting dalam mendorong arus perdagangan dan investasi yang lebih efisien, mengurangi risiko volatilitas nilai tukar, dan mendukung upaya pendalaman pasar keuangan, sehingga integrasi keuangan dan pertumbuhan ekonomi ASEAN yang berkelanjutan dan inklusif dapat tercapai,” ujarnya dalam acara Joint ASEAN LCT Campaign di Yogyakarta, Kamis (18/9/2025).

Dukungan juga datang dari negara mitra. Direktur Departemen Internasional Bank of Thailand, Nithiwadee Soontornpoch, mengatakan, “Dengan besarnya porsi perdagangan internasional Thailand bersama negara-negara ASEAN, potensi peningkatan penggunaan mata uang lokal masih sangat besar.”

Asisten Gubernur Bank Negara Malaysia, Mohamad Ali Iqbal Abdul Khalid, menambahkan, “Kolaborasi erat antar bank sentral telah mendorong tren peningkatan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral, dan ke depan akan menjadi katalis pertumbuhan kawasan.”

Hingga Juli 2025, transaksi LCT tercatat 14,1 miliar dolar AS atau melonjak 112% dibanding periode sama 2024 yang hanya 6,7 miliar dolar AS. Angka itu sudah setara 87% dari total transaksi sepanjang 2024 yang mencapai 16,28 miliar dolar AS. Dari sisi pengguna, jumlah nasabah LCT rata-rata mencapai 7.568 per bulan, naik dari 5.020 per bulan pada 2024.

Kerja sama LCT dimulai sejak 2016 lewat penandatanganan nota kesepahaman Local Currency Settlement antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Implementasi resmi dimulai 2018 dan kini sudah melibatkan enam negara mitra. Untuk memperkuat konsistensi, ketiga bank sentral sepakat melakukan harmonisasi LCT Operational Guidelines sebagai acuan regional agar transaksi lebih terstandar, transparan, dan mudah dinegosiasikan antarnegara.

Pemanfaatan mata uang lokal diharapkan bisa memperkuat ketahanan makroekonomi sekaligus mengurangi dampak gejolak nilai tukar global. Usai seminar, peserta juga mendapat layanan klinik konsultasi one-on-one bersama bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) guna memperdalam aspek teknis LCT.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dorong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, BP BUMN Perkuat Peran BUMN

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — BP BUMN terus memperkuat perannya agar...

Genjot Investasi Waste-to-Energy, Danantara Indonesia Bentuk Holding Pengelolaan Sampah PT Denera

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia resmi membentuk PT Daya...

Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR, Prabowo: Ini Tonggak Industrialisasi Nasional

STOCKWATCH.ID (MAGELANG) - Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru