Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

BTN Resmi Spin-Off UUS, BSN Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN resmi memisahkan Unit Usaha Syariah (UUS). Keputusan tersebut telah disepakati oleh para pemegang saham dalam  Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BBTN di Jakarta, Selasa, (18/11/2025). Selanjutnya, Perseroan mengalihkan seluruh hak dan kewajiban UUS BTN ke PT Bank Syariah Nasional (BSN).

Dengan pengalihan ini, BSN tercatat sebagai bank umum syariah terbesar kedua di Indonesia. Total asetnya menembus Rp70 triliun setelah penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan pemisahan dilakukan karena aset UUS BTN telah melampaui batas yang ditetapkan Pasal 59 POJK 12/2023 sejak kuartal IV/2023. Laporan keuangan 2023 mencatat total aset UUS BTN mencapai Rp54,3 triliun. “Oleh karena itu, Perseroan selaku bank umum konvensional wajib melakukan pemisahan atau spin-off UUS,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Ia menilai pemisahan ini sejalan dengan prospek ekonomi syariah yang terus membaik. Langkah ini memperkuat posisi BTN di industri perbankan nasional dan memberi dampak positif bagi perseroan, nasabah, industri syariah, dan perekonomian.

Nixon menyebut dukungan regulasi juga semakin kuat. “Pemisahan UUS juga dilakukan seiring dengan iklim regulasi yang semakin kondusif, seperti POJK 16/2022 yang mendorong transformasi UUS menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Dengan demikian, sinergi antara BUS dan induknya dapat terjalin lebih erat guna meningkatkan kualitas produk dan layanan. Operasional bisnis pascapemisahan juga akan menjadi lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.

Kebijakan ini selaras dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah 2023–2027 dari OJK. Roadmap tersebut mendorong konsolidasi UUS, pembentukan Komite Pengembangan Keuangan Syariah, penyusunan pedoman produk, perluasan akses layanan, hingga peningkatan pendampingan untuk usaha mikro dan kecil.

Dari sisi kinerja, UUS BTN mencatat pertumbuhan solid dalam lima tahun terakhir. Aset tumbuh 16,36% berdasarkan CAGR 2020–2024. Pembiayaan naik 15,04% dan dana pihak ketiga meningkat 20,12%. Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga naik dari 9,14% pada 2020 menjadi 12,90% pada 2024.

Saat ini UUS BTN memiliki 35 Kantor Cabang Syariah, 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah, dan 589 Kantor Layanan Syariah. Teknologi dan SDM yang siap membuatnya dinilai mampu beroperasi secara mandiri. Nixon menegaskan, “Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh.”

Seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan dialihkan ke BSN setelah spin-off. RUPSLB BSN pada 19 November 2025 akan menetapkan finalisasi pelimpahan. Setelah penggabungan, total aset BSN mencapai Rp71,3 triliun dan menempatkannya sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

BTN juga menyiapkan Group Principle Guideline untuk tata kelola antara induk dan anak usaha agar kebijakan lebih selaras dan akuntabel. Pedoman ini mendukung konsistensi dan sinergi operasional.

BSN akan menerapkan Corporate Plan 2025–2029 yang fokus pada lima strategi utama. Programnya mencakup penguatan pembiayaan syariah berkelanjutan, penurunan NPF, penguatan dana murah lewat inovasi digital, peningkatan fee-based income, serta perluasan pembiayaan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan segmen milenial.

BTN menilai posisinya cukup kuat untuk mendukung BSN. Sinergi keduanya diharapkan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis konvensional dan syariah serta memperkuat citra grup BTN yang inklusif dan inovatif.

“Dengan disetujuinya pemisahan ini, seluruh hak, kewajiban, dan tanggung jawab UUS BTN akan beralih kepada BSN secara efektif pada tanggal efektif pemisahan yang akan ditetapkan dalam waktu dekat,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kasus Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia Capai Rp1,4 Triliun, OJK Buka Suara soal Dana Nasabah

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendalami...

Targetkan Rp11 Triliun, Pemerintah Siap Lelang 8 Seri Sukuk Negara pada 13 Januari

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah Republik Indonesia akan menggelar lelang...

BTN Rampungkan Spin-off UUS ke Bank Syariah Nasional, Nilai Transaksi Rp5,56 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru