back to top

BEI Umumkan Sejumlah Target, Optimis Menyongsong Tahun 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis menyambut tahun 2026. Menyongsong tahun 2026, BEI telah menetapkan sejumlah target pencapaian, di antaranya pertumbuhan jumlah investor sebanyak 2 juta investor baru dan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp15 triliun per hari.

Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang solid dan berbagai capaian signifikan dan siap menyongsong tahun 2026. BEI juga menargetkan total jumlah pencatatan efek baru di pasar modal mencapai 555 efek baru. Ini meliputi dari efek saham, obligasi/sukuk, Kontrak Investasi Kolektif (KIK) baru yang mencatatkan DIRE/DIRE Syariah, DINFRA, ETF, KIK-EBA/KIK-EBA Syariah, EBA-SP/EBA-SP Syariah.

Menurut Iman Rachman, Direktur Utama BEI, dukungan pemangku kepentingan pasar modal menjadi faktor penting dalam pencapaian target tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Guna menjaga momentum pertumbuhan, BEI bersama SRO dengan dukungan OJK dan para pemangku kepentingan, terus mengembangkan berbagai produk, layanan, serta inisiatif strategis,” kataya dalam konferensi pers Penutupan BEI Tahun 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2025.

Iman mengemukakan, sepanjang tahun 2025, BEI telah melakukan sejumlah pengembangan. Pengembangan tersebut meliputi Perdagangan Internasional Perdana Unit Karbon Indonesia melalui IDXCarbon pada 20 Januari 2025, Peluncuran Kontrak Berjangka Indeks Asing (KBIA) pada 25 Februari 2025, Peluncuran SPPA Repo dan Waran Terstruktur Tipe Put pada 10 Maret 2025.

Selain itu, BEI melakukan Penyesuaian Auto Rejection Bawah dan Trading Halt pada 8 April 2025, Perluasan Underlying Saham Waran Terstruktur pada 2 Mei 2025, Penyediaan Infrastruktur Liquidity Provider Saham pada 8 Mei 2025, Penambahan Underlying Single Stock Futures (SSF) pada 11 Juli 2025, Penyempurnaan Format Distribusi Data (termasuk diseminasi Kode Domisili Investor) pada 25 Agustus 2025.

Tidak itu saja. BEI juga melakukan Peluncuran Indonesia–Singapore Unsponsored Depository Receipts Linkage dengan Saham Blue-Chip sebagai Underlying pada 16 Oktober 2025, S&P Dow Jones Indices dan BEI berkolaborasi meluncurkan Indeks Co-Branded Baru pada 03 November 2025, Grand Launching Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Repurchase Agreement (Repo) dan Inaugurasi Penyerahan Izin Operasional Penyedia Electronic Trading Platform (ETP) Antarpasar pada 01 Desember 2025, serta Implementasi Non-Cancellation Period pada 15 Desember 2025.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pasar Obligasi 2025 Cetak Return 12,6%, Mandiri Sekuritas Prediksi Yield SBN 2026 di 5,80–6,20%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  Pasar obligasi Indonesia menunjukkan ketahanan kuat...

Mandiri Sekuritas Ramal IHSG Tembus 9.350, EPS Emiten Diproyeksi Tumbuh 15% di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  Pasar saham Indonesia diprediksi memasuki fase...

BEI Cabut Suspensi, Tiga Saham Ini Kembali Bisa Diperdagangkan Mulai Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru