back to top

KFC dan Pizza Hut India Merger US$934 Juta, Siap Lawan Dominasi McDonald’s

STOCKWATCH.ID (NEW DELHI) – Operator KFC dan Pizza Hut di India mengumumkan rencana penggabungan usaha atau merger pada Kamis (1/1/2026) waktu setempat. Kesepakatan raksasa antara Sapphire Foods India dan Devyani International ini bernilai US$934 juta. Langkah strategis tersebut akan menciptakan kekuatan baru di pasar makanan cepat saji negara dengan populasi terbanyak di dunia.

Merger ini terjadi saat para pemegang waralaba di India menghadapi kenaikan biaya operasional yang tinggi. Pertumbuhan penjualan di gerai yang sama juga terpantau melambat. Tekanan pada margin keuntungan semakin terasa di tengah persaingan ketat dari operator McDonald’s dan Domino’s Pizza.

Konsumen di India saat ini mulai mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Kondisi pasar yang menantang memaksa perusahaan mencari efisiensi besar. Devyani akan menerbitkan 177 saham baru untuk setiap 100 saham Sapphire dalam transaksi tersebut. Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari penggabungan kedua perusahaan.

Dari penggabungan ini, Devyani menargetkan sinergi tahunan sebesar 2,1 miliar hingga 2,25 miliar rupee. Nilai tersebut setara dengan sekitar US$23,34 juta hingga US$25,01 juta dan diproyeksikan mulai tercapai pada tahun kedua operasional penuh entitas gabungan.

Kedua perusahaan merupakan mitra dari Yum Brands. Mereka mengoperasikan lebih dari 3.000 gerai di India dan pasar mancanegara. Jaringan bisnis mereka meliputi restoran makan di tempat untuk merek KFC dan Pizza Hut.

Entitas baru ini akan bersaing langsung dengan Westlife Foodworld dan Jubilant Foodworks. Kedua perusahaan tersebut merupakan operator rantai McDonald’s dan Domino’s Pizza di India. Saat ini, pemegang waralaba KFC dan Pizza Hut di India masih mencatatkan rugi bersih. Kondisi ini membuat upaya peningkatan skala bisnis menjadi tantangan besar.

Konsultan barang konsumen independen, Akshay D’Souza, menilai penggabungan entitas sebagai solusi mengendalikan biaya. Ia memberikan pandangan optimistis terhadap langkah merger ini.

“Dengan entitas tunggal, jika mereka mampu membuka bahkan setengah dari sinergi yang diharapkan, kita akan melihat perusahaan yang menguntungkan… di mana mereka dapat mengendalikan biaya dengan lebih baik,” ujar Akshay D’Souza.

Pada kuartal yang berakhir September, Sapphire mencatat kenaikan total biaya konsolidasi sebesar 10% secara tahunan. Nilainya mencapai 7,68 miliar rupee India. Pada periode yang sama, pengeluaran Devyani naik lebih tinggi, yakni 14,4%, menjadi 14,08 miliar rupee India.

Kinerja keuangan Devyani berbalik merugi pada kuartal yang berakhir 30 September. Perusahaan mencatat rugi bersih sebesar 219 juta rupee India. Setahun sebelumnya, Devyani masih membukukan laba sebesar 170.000 rupee India.

Sementara itu, Sapphire juga mencatat pelebaran rugi bersih konsolidasi. Kerugian tercatat sebesar 127,7 juta rupee India. Angka ini meningkat dibandingkan kerugian 30,4 juta rupee India pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagai catatan, nilai tukar US$1 setara dengan 89,9625 rupee India.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Kembali Bergairah, Indeks Dow Jones Melompat 370 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Kejutan Tarif Trump Cuma 10%, Bursa Saham Eropa Sukses Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Ancaman Tarif Trump Kembali Menggema, Bursa Saham Asia Bergerak Bervariasi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru