back to top

Lonjakan Harga Picu UMA, Tiga Saham Ini Kini Diawasi BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan tiga saham ke dalam radar pengawasan khusus Unusual Market Activity (UMA). Ketiga saham tersebut milik PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS). Langkah ini diambil otoritas bursa guna memberikan perlindungan maksimal bagi para investor.

P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Danny Yuskar Wibowo, mengumumkan status UMA ini melalui keterbukaan informasi pada Jumat (2/1/2026). Otoritas bursa menemukan indikasi pola transaksi tidak wajar pada saham ITMA dan DEWI. Pergerakan kedua saham ini dinilai berada di luar kebiasaan perdagangan pada umumnya.

Sementara itu, saham MBSS masuk dalam kategori UMA karena mengalami peningkatan harga luar biasa. Bursa menilai lonjakan harga saham perusahaan jasa pelayaran tersebut terjadi secara tidak wajar. Pihak bursa kini tengah mencermati perkembangan pola transaksi ketiga saham tersebut secara mendalam.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Danny Yuskar Wibowo dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (2/1/2026).

Otoritas bursa juga merinci informasi terakhir dari masing-masing emiten. ITMA terakhir kali menyampaikan informasi pada 22 Desember 2025. Perusahaan melaporkan adanya perubahan struktur pemegang saham melalui situs resmi BEI.

Untuk DEWI, informasi terbaru rilis pada 10 Desember 2025. Emiten ini menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek kepada publik. Otoritas bursa terus memantau pergerakan saham ini setelah adanya anomali transaksi.

Adapun MBSS melaporkan transaksi afiliasi pada 23 Desember 2025. Meskipun perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi, kenaikan harga sahamnya tetap memicu status UMA. Bursa meminta investor tetap waspada terhadap segala kemungkinan risiko ke depan.

Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi dari bursa. Cermati pula kinerja perusahaan serta seluruh keterbukaan informasi yang dipublikasikan. Kajian mendalam terhadap rencana aksi korporasi emiten sangat diperlukan sebelum mengambil keputusan.

BEI mengimbau para investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum bertransaksi pada saham-saham ini. Keputusan investasi harus didasari pertimbangan matang mengenai risiko dan prospek perusahaan. Seluruh informasi terkait emiten dapat diakses secara transparan melalui laman resmi bursa.

Harga Saham

Harga saham ITMA ditutup menguat pada perdagangan 30 Desember 2025. Saham ini berada di level Rp1.760. Kenaikan tercatat Rp55 atau 3.23% dibanding penutupan sebelumnya.

ITMA dibuka di harga Rp1.710. Harga tertinggi mencapai Rp1.790. Harga terendah berada di Rp1.660. Volume perdagangan tercatat sebanyak 9,102,200 saham.

Pada perdagangan 29 Desember 2025, ITMA ditutup di Rp1.705. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp590 hingga Rp2.270. Kapitalisasi pasar ITMA tercatat sebesar Rp1,758,333,573,920.

Sementara itu, harga saham DEWI juga menguat pada perdagangan 30 Desember 2025. Saham DEWI ditutup di level Rp152. Kenaikan tercatat Rp2 atau 1.33%.

DEWI dibuka di harga Rp151. Harga tertinggi tercatat Rp159. Harga terendah berada di Rp149. Volume perdagangan mencapai 55,483,800 saham.

Pada perdagangan sebelumnya, 29 Desember 2025, saham DEWI ditutup di Rp150. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp83 hingga Rp222. Kapitalisasi pasar DEWI tercatat sebesar Rp304,000,000,000.

Adapun harga saham MBSS melonjak tajam pada perdagangan 30 Desember 2025. Saham ini ditutup di level Rp3.130. Kenaikan mencapai Rp400 atau 14.65% dibandingkan penutupan sebelumnya.

MBSS dibuka di harga Rp2.750. Harga tertinggi menyentuh Rp3.160. Harga terendah berada di Rp2.670. Volume perdagangan tercatat sebanyak 20,750,700 saham.

Pada perdagangan 29 Desember 2025, MBSS ditutup di Rp2.730. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp890 hingga Rp3.160. Kapitalisasi pasar MBSS tercatat sebesar Rp5,477,583,380,070.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dirut Palma Serasih (PSGO) Jalani Proses Hukum, Operasinal Tetap Berjalan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Palma Serasih Tbk (PSGO),...

Ignasius Jonan Mundur dari Jabatan Presiden Komisaris Anabatic Technologies

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) atau...

Saham TPIA Bangkit dari Tren Turun, Bersiap Melaju ke Target Rp8.700

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru