back to top

Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Tembus Level 10.000 Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 10.000 pada tahun 2026. Optimisme ini didasari oleh fondasi ekonomi nasional yang dinilai semakin membaik. Sinergi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) juga menjadi faktor pendorong utama.

Pernyataan ini disampaikan Purbaya usai menghadiri acara Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (02/01/2026). Pada pembukaan perdagangan awal tahun ini, IHSG terpantau menguat di posisi 8.676,71.

Purbaya menilai penguatan indeks di awal tahun merupakan sinyal positif dari pelaku pasar. Ia melihat adanya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.

“Saya pikir sih memang itu optimisme di pasar, artinya pasar bahwa kita akan naik terus ke depan,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi tahun ini diprediksi akan lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya. Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter kini berjalan lebih harmonis. Hal ini diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

“Saya di sini. Kalau saya lihat, fondasi ekonominya yang sudah agak membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BI sudah makin klop,” jelasnya.

Ia pun meyakini pertumbuhan ekonomi yang akseleratif bukan hal mustahil. Pelaku pasar diminta untuk bersiap menghadapi tren positif ini.

“Harusnya ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat. Maksimal bukan mustahil dicapai tahun ini. Jadi, pelaku pasar siap-siap aja,” tambah Purbaya.

Saat disinggung mengenai target spesifik IHSG, Purbaya tanpa ragu menyebut angka 10.000. Ia sangat yakin level psikologis tersebut bisa tercapai tahun ini.

“Tahun ini 10.000,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi ulang mengenai kemungkinan pencapaian angka tersebut, ia kembali menjawab singkat namun pasti.

“Bisa,” ucapnya.

Purbaya menjelaskan alasan di balik keyakinannya tersebut. Ia merasa memiliki kendali penuh atas kebijakan ekonomi selama satu tahun ke depan. Hal ini berbeda dengan kondisi tahun lalu saat masa transisi.

“Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu. Kan sekarang satu tahun penuh ini saya sudah pegang ekonominya lah, sama Gubernur BI dan lain-lain,” paparnya.

Sinergi kebijakan yang lebih erat dengan Bank Sentral diharapkan menjadi katalis positif. Pertumbuhan ekonomi yang cepat akan berdampak langsung pada kinerja emiten. Keuntungan perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa diproyeksikan ikut terdongkrak.

“Kalau kemarin kan saya masih separo-separo, masih seperempat malah. Harusnya dengan kebijakan yang lebih nyambung kita dengan Bank Sentral, dengan yang lain-lain, ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat. Itu akan mendasari pertumbuhan keuntungan perusahaan juga,” ungkap Purbaya.

Menutup pernyataannya, Purbaya memberikan pesan khusus kepada para investor. Ia mengingatkan agar mereka jeli melihat peluang yang ada di pasar modal saat ini.

“Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Realisasi Buyback Saham Astra International (ASII) Capai Rp684,97 MIliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan...

Progress 70%, Selaras Citra (SCNP) Kebut Pembangunan Fasilitas Produksi Perangkat Rumah Tangga di Bogor

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Selaras Citra Nusnatara Perkasa Tbk...

IHSG Anjlok 1,04% ke 8.235,262 Dipicu Saham Bluechip

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka menguat di 8.351,361, Indeks Harga Saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru