STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan, saat ini pihaknya tengah mengawasi pola transaksi saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), saham PT Perintis Triniti Peroperti Tbk (TRIN), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
Selanjutnya, BEI juga mengawasi pergerakan saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), dan PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA). Ketujuh saham ini terindikasi bergerak tak wajar.
Pande Made Kusuma Ari, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam pengumuman, Kamis 4 Juni 2026 mengatakan, pola gerak saham RMKO, TRIN, APIC, IFSH, RISE, WGSH, dan MGNA diawasi BEI karena pergerakan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
“Otoritas Bursa memandang perlu untuk mengawasi perkembangan harga saham RMKO, TRIN, APIC, IFSH, RISE, WGSH, dan MGNA sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” katanya.
Pande mengakui bahwa, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Namun, Pande meminta investor agar berhati-hati dengan memperhatikan jawaban manajemen RMKO, TRIN, APIC, IFSH, RISE, WGSH, dan MGNA atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga ketiga saham ini. Yulianto pun berharap supaya investor mencermati ketiga saham perusahaan tercatat di atas dan keterbukaan informasi.
Pande juga meminta investor mengkaji kembali rencana corporate action ketiga Perusahaan Tercatat jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor perlu mempertimbangkan matang berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum memutuskan untuk berinvestasi di saham RMKO, TRIN, APIC, IFSH, RISE, WGSH, dan MGNA.
Hingga pukul 09.45 WIB perdagangan di BEI, Jumat 5 Juni 2026, harga saham RMKO terpantau di level Rp258 per unit, turun 3,60% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp278 per unit.
Adapun saham TRIN dalam kurun waktu sama naik 0,60% jadi Rp334 per unit. Saham APIC anjlok 14,05% menjadi Rp520 dari sehari sebelumnya Rp605, serta saham IFSH terpantau turun 9,84% jadi Rp1.145 dari sebelumnya Rp1.270.
Sedangkan saham RISE terpantau di posisi Rp875 per unit, naik 2,94% dibanding penutupan sehari sebelumnya di Rp850 per unit. Sementara saham WGSH turun 1,92%, dari posisi Rp155 per unit menjadi Rp153 per unit, serta saham MGNA melambung 6,58% menjadi Rp81 per unit dari sebelumnya di Rp76. (konrad)

