STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan dua saham emiten sekaligus. Kedua saham tersebut adalah PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) dan PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE). Suspensi perdagangan ini mulai berlaku hari ini, Selasa (6/1/2026).
Otoritas bursa mengambil langkah tegas ini bukan tanpa alasan. Harga kumulatif kedua saham tersebut dinilai mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Penghentian perdagangan dilakukan baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Suspensi saham PKPK dan FIRE mulai berlaku sejak sesi I perdagangan hingga ada pengumuman lebih lanjut. Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A. menyampaikan hal ini dalam keterbukaan informasi. Pihaknya menegaskan tindakan ini merupakan upaya melindungi para investor pasar modal.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 6 Januari 2026 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut,” ujarnya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (6/1/2026).
Adapun langkah cooling down memiliki tujuan spesifik. Bursa ingin memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar. Investor diharapkan bisa berpikir jernih sebelum mengambil keputusan investasi berdasarkan informasi yang ada.
Pihak bursa meminta investor dan para pemangku kepentingan lainnya untuk terus memantau perkembangan informasi terbaru terkait kedua perusahaan tersebut. “Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” pungkasnya.
Harga Saham
Saham PKPK dan FIRE sama-sama mencatat lonjakan tajam pada penutupan perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Keduanya menguat signifikan dengan volume transaksi yang tinggi di Bursa Efek Indonesia.
Saham PKPK ditutup di level Rp1.790. Harga ini melonjak 355 poin atau 24,74% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.435 pada Jumat, 2 Januari 2026. Saham PKPK dibuka di Rp1.500 dan sempat bergerak di kisaran Rp1.460 hingga Rp1.790. Volume perdagangan mencapai 16.851.500 saham.
Penguatan tersebut membawa PKPK mencetak harga tertinggi tahun berjalan di Rp1.790 pada 5 Januari 2026. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp1.435 pada 2 Januari 2026. Dalam periode 52 minggu terakhir, saham PKPK bergerak di rentang Rp492 hingga Rp1.790. Kapitalisasi pasar PKPK mencapai Rp2.148.000.000.000.
Pada hari yang sama, saham FIRE juga melonjak tajam. FIRE ditutup di level Rp234, naik 60 poin atau 34,48% dari harga penutupan sebelumnya di Rp174 pada 2 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp175 dan bergerak di rentang Rp175 hingga Rp234.
Volume perdagangan FIRE tercatat sangat besar, mencapai 245.825.000 saham. Harga Rp234 menjadi level tertinggi tahun berjalan yang dicapai pada 5 Januari 2026. Sementara itu, harga terendah tahun berjalan berada di Rp174 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, FIRE bergerak di kisaran Rp65 hingga Rp234.
Lonjakan harga tersebut turut mendorong nilai kapitalisasi pasar FIRE menjadi Rp345.234.983.886.
