STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya pergerakan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada tiga saham sekaligus. Ketiga emiten ini dinilai mengalami peningkatan harga yang tidak wajar. Pengawasan ketat ini mulai berlaku sejak pengumuman dirilis pada Selasa (6/1/2026).
Saham-saham yang masuk dalam radar pantauan bursa tersebut berasal dari sektor yang berbeda. Mereka adalah PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT). Langkah ini diambil otoritas bursa demi melindungi kepentingan para investor di pasar modal.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A. menyampaikan pengumuman tersebut melalui keterbukaan informasi. Pihaknya menegaskan status UMA ini merupakan sinyal bagi investor untuk lebih waspada. Meski demikian, status ini belum tentu menandakan adanya pelanggaran aturan.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tulis Pande dalam keterbukaan informasi tersebut.
Bursa kini sedang memonitor secara intensif pola transaksi ketiga saham ini. Pande menambahkan poin penting terkait pengawasan yang sedang berjalan.
“Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujarnya.
Investor perlu mengetahui riwayat informasi terakhir dari ketiga perusahaan tersebut. Informasi terakhir PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) tercatat pada 23 Desember 2025 terkait laporan hasil public expose tahunan. Pada tanggal yang sama, PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) juga memberikan penjelasan atas permintaan konfirmasi bursa.
Sementara itu, informasi terakhir dari PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT) dipublikasikan pada 29 Desember 2025. Publikasi tersebut berisi ringkasan risalah rapat umum para pemegang saham luar biasa.
Bursa mengimbau para investor untuk mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Investor harus memperhatikan jawaban perusahaan atas konfirmasi bursa serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya. Rencana aksi korporasi perusahaan juga perlu dikaji ulang jika belum mendapat persetujuan RUPS.
“Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” tegas Pande menutup keterangannya.
Harga Saham
Saham AHAP melonjak tajam pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Harga AHAP ditutup di level Rp166, naik Rp43 atau 34,96% dibandingkan penutupan sebelumnya Rp123 pada 2 Januari 2026. Saham ini dibuka di harga Rp132 dan bergerak di rentang Rp130 hingga Rp166. Volume perdagangan tercatat mencapai 482.053.800 saham. Kenaikan tersebut sekaligus membawa AHAP menyentuh level tertinggi tahun berjalan di Rp166. Sepanjang 52 minggu terakhir, saham AHAP bergerak di kisaran Rp53 hingga Rp166. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp813.400.000.000.
Saham BNBA juga mencatat penguatan signifikan pada hari yang sama. Harga BNBA ditutup di Rp985, menguat Rp195 atau 24,68% dari posisi penutupan sebelumnya Rp790. Saham ini dibuka di Rp820 dan bergerak dengan harga terendah Rp815 serta tertinggi Rp985. Volume transaksi mencapai 20.222.500 saham. Level Rp985 menjadi harga tertinggi BNBA sepanjang tahun berjalan. Dalam 52 minggu terakhir, saham BNBA bergerak di rentang Rp490 hingga Rp985. Kapitalisasi pasar BNBA tercatat sebesar Rp3.337.180.000.000.
Penguatan tajam juga terjadi pada saham ASJT. Pada penutupan perdagangan 5 Januari 2026, ASJT berada di level Rp254, naik Rp65 atau 34,39% dibandingkan harga penutupan sebelumnya Rp189. Saham ini dibuka di Rp188 dan sempat turun ke Rp187 sebelum menguat hingga Rp254. Volume perdagangan tercatat sebanyak 20.101.600 saham. Harga Rp254 menjadi level tertinggi ASJT sepanjang tahun berjalan. Dalam periode 52 minggu, saham ASJT bergerak di kisaran Rp90 hingga Rp254. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp355.600.000.000.
