STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah baru pada perdagangan Kamis (22/1/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (23/1/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil menembus level psikologis USD 4.900 per ons troi untuk pertama kalinya. Kenaikan harga didorong oleh ketegangan geopolitik global dan pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak hingga mencapai puncak rekor di posisi USD 4.917,65 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,6% menjadi USD 4.913,4 per ons troi.
Indeks dolar AS terpantau tergelincir 0,4%. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Pelemahannya memicu peningkatan minat investor terhadap aset aman (safe haven).
Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan analisanya. Ia menyebut beberapa faktor utama pendorong kenaikan harga saat ini.
“Ketegangan geopolitik, pelemahan dolar secara umum, ekspektasi pelonggaran Fed tahun ini adalah semua faktor yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tren de-dolarisasi makro dan masih berdampak pada permintaan (emas),” ujar Peter Grant.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh kabar geopolitik terkait wilayah Greenland. Presiden AS Donald Trump mengklaim telah mengamankan akses penuh AS ke wilayah tersebut melalui kesepakatan dengan NATO. Namun, detail kesepakatan masih belum jelas karena Denmark bersikeras kedaulatan pulau tersebut tidak bisa didiskusikan.
Data ekonomi terbaru AS ikut memberi angin segar bagi pergerakan harga. Laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) menunjukkan kenaikan belanja konsumen pada Oktober dan November. Pelaku pasar kini mengantisipasi bank sentral AS atau The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali di paruh kedua tahun ini.
Penurunan suku bunga cenderung meningkatkan daya tarik emas. Hal ini terjadi karena emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga. Peter Grant melihat potensi kenaikan harga masih terbuka lebar dalam waktu dekat.
“Kemunduran jangka pendek akan dipandang sebagai peluang beli (emas). Kami telah melihat level USD 5.000 per ons troi sudah dekat dan di luar itu proyeksi Fibonacci sebesar USD 5.187,79 per ons troi tampak masuk akal,” tambah Grant.
Tren kenaikan juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak ke rekor tertinggi di posisi USD 96,58 per ons troi. Nikos Tzabouras, Analis Pasar Senior di Tradu, menilai perak memiliki daya tarik fundamental yang kuat.
“Perak memiliki narasi fundamental yang jauh lebih menarik daripada emas. Mungkin perak bukan aset cadangan seperti emas, tetapi perak tetap mendapat manfaat dari aliran safe-haven, dan pelemahan dolar,” kata Nikos Tzabouras.
Kenaikan signifikan juga terjadi pada logam lainnya. Harga platinum spot melesat 4,6% ke rekor tertinggi USD 2.601,03 per ons troi. Sementara itu, harga paladium naik 3,3% ke level USD 1.900,59 per ons troi.
