STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) berhasil menerbitkan obligasi internasional perdana senilai USD 1,5 miliar. Penerbitan surat utang global tersebut memperoleh permintaan investor yang mencapai sekitar USD 4,6 miliar atau lebih dari tiga kali nilai penerbitan.
Danantara Indonesia dalam siaran pers yang dikutip Jumat (12/6/2026) menyebutkan, keberhasilan penerbitan obligasi itu diraih di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, tingginya ketidakpastian geopolitik, serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
“Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar USD 4,6 miliar, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan. Minat tersebut didorong oleh investor institusi berkualitas dari Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia,” tulis Danantara.
Penerbitan obligasi tersebut terdiri atas dua seri. Seri pertama berupa obligasi tenor lima tahun senilai USD 750 juta dengan tingkat imbal hasil 5,35%. Sementara seri kedua merupakan obligasi tenor 10 tahun senilai USD 750 juta dengan tingkat imbal hasil 5,95%.
Dalam penetapan harga, seri lima tahun ditawarkan pada spread 32 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara Indonesia. Angka tersebut terdiri atas premi 22 basis poin di atas nilai wajar sovereign dan konsesi penerbitan perdana sebesar 10 basis poin.
Adapun seri 10 tahun ditetapkan pada spread 34 basis poin di atas kurva sekunder obligasi negara. Spread tersebut terdiri atas premi 24 basis poin di atas nilai wajar sovereign dan konsesi penerbitan perdana sebesar 10 basis poin.
Menurut Danantara, pencapaian spread yang dekat dengan kurva obligasi Republik Indonesia menunjukkan kuatnya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola, dan posisi institusional DIM.
“Pencapaian spread yang begitu dekat dengan kurva Republik Indonesia, dengan konsesi penerbitan perdana yang terbatas pada transaksi debut tanpa dukungan kurva eksisting maupun rekam jejak penerbitan, mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap profil kredit, tata kelola, dan institusi DIM,” tulis Danantara.
Untuk seri lima tahun, final orderbook tercatat melebihi USD 1,45 miliar yang berasal dari 68 akun investor. Alokasi investor berdasarkan wilayah terdiri atas Amerika Serikat 38%, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) 41%, serta Asia 21%.
Dari sisi tipe investor, sebanyak 82% dialokasikan kepada manajer aset atau manajer dana, 10% kepada perusahaan asuransi dan dana pensiun, 7% kepada perbankan, serta 1% kepada bank swasta dan investor lainnya.
Sementara itu, seri 10 tahun mencatat final orderbook lebih dari USD 1,35 miliar yang berasal dari 63 akun investor. Alokasi investor berdasarkan wilayah terdiri atas Amerika Serikat 52%, EMEA 31%, dan Asia 17%.
Berdasarkan tipe investor, sebanyak 72% dialokasikan kepada manajer aset atau manajer dana, 25% kepada perusahaan asuransi dan dana pensiun, 2% kepada perbankan, serta 1% kepada bank swasta dan investor lainnya.
Danantara menilai keberhasilan penerbitan obligasi internasional perdana tersebut menunjukkan lembaga itu dipandang memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang yang kuat oleh investor global.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi,” tulis Danantara.
Danantara Indonesia atau Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merupakan lembaga pengelola investasi strategis yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Sebagai lembaga independen di bawah Presiden, Danantara memiliki mandat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN untuk mendukung program pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

