spot_img

Kabar Damai Iran-AS: Selat Hormuz Bakal Dibuka, Sanksi Minyak Segera Dicabut?

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kabar baik datang dari Timur Tengah. Media pemerintah Iran melaporkan draf kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mulai menemui titik terang.

Mengutip CNBC, draf kesepakatan ini berisi 14 poin utama. Salah satu poin penting adalah janji Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat berkomitmen mencabut sanksi minyak terhadap Iran.

Harapan akan perdamaian ini membuat pasar saham dunia melonjak pada Jumat (12/6/2026). Indeks saham Stoxx 600 di Eropa melompat 1,8%. Sebagian besar bursa utama lainnya juga naik sekitar 2% pada perdagangan pagi.

Sebaliknya, harga minyak dunia justru merosot. Harga minyak mentah AS turun 1,61%. Minyak mentah Brent sebagai patokan internasional juga melemah 1,75%.

Presiden Donald Trump memberikan sinyal positif terkait kerja sama ini. Ia berbicara di Ruang Oval pada Kamis waktu setempat.

“Baru saja membuat penyelesaian perang yang hebat dengan Iran,” ujar Trump. Ia menyebut kesepakatan ini sedang dalam tahap finalisasi dokumen.

Trump menambahkan Selat Hormuz akan segera dibuka setelah kesepakatan ditandatangani. Jalur ini sangat penting bagi dunia. Sekitar 25% perdagangan minyak laut melewati selat ini. Selain itu, 20% gas alam cair (LNG) dunia juga bergantung pada jalur tersebut.

Menurut laporan Mehr News Agency, perundingan akhir memiliki syarat khusus. Iran meminta separuh dana mereka yang dibekukan segera dilepaskan. Sanksi minyak dan blokade laut juga harus dihentikan sebelum negosiasi final dimulai.

Draf tersebut juga mengatur penarikan seluruh pasukan Amerika dari Iran. Amerika Serikat dan sekutunya diminta menyiapkan rencana pembangunan kembali Iran. Nilainya diperkirakan mencapai minimal 300 miliar USD.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah berbicara dengan Trump mengenai rencana ini. Kantor Netanyahu mengonfirmasi pembicaraan tersebut.

Israel sendiri tidak menjadi bagian dalam negosiasi dengan Iran. Namun, Netanyahu menghargai upaya yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Ia menekankan pentingnya pembatasan kemampuan nuklir dan perilaku Iran dalam perjanjian akhir nanti.

Hingga saat ini, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar tambahan terkait draf yang dibagikan media Iran tersebut. Pasar kini terus memantau perkembangan proses penandatanganan dokumen final.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Valuasi SpaceX Tembus 1,8 Triliun USD, Elon Musk Bakal Jadi Triliuner Pertama di Dunia

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Nilai perusahaan SpaceX menembus angka...

Menanti Debut Raksasa SpaceX, Indeks Futures Wall Street Bergerak Tipis

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Indeks berjangka (futures) saham Amerika...

Wall Street Melesat Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran, Dow Jones Melonjak 900 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru