STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pulih, setidaknya pada kuartal I 2026. Pulihnya kinerja ini antara lain didukung terobosan proaktif manajemen membenahi keuangan Perseroan.
Emiten di bidang investasi itu berhasil mengantongi laba Rp5,32 triliun pada kuartal I 2026. Padahal, di periode yang sama tahun 2025, emiten dengan kode saham SRTG tersebut masih menderita kerugian bersih sebesar Rp6,07 triliun.
Menurut laporan keuangan Maret 2026 yang diumumkan Jumat, 12 Juni 2026, SRTG mencatat keuntungan bersih atas investasi pada saham dan efek lainnya sebesar Rp6,91 triliun pada kuartal I 2026. Di periode sama tahun 2025, SRTG mencatat kerugian bersih atas investasi saham dan efek lainnya Rp6,859 triliun.
Pada saat yang sama, Manajemen SRTG mampu menekan turun beban bunga sebesar 58,44%, dari Rp48,75 miliar pada kuartal I 2025, menjadi Rp20, 25 miliar pada kuartal I 2026. Adapun beban usaha dan beban pajak SRTG,masing-masing naik menjadi Rp74,23 miliar dan Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026.
Namun, emiten investasi dengan aset Rp68,674 triliun per Maret 2026 itu berhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp6,822 triliun pada kuartal I 2026. Di periode yang sama tahun 2025, Perseroan rugi sebelum pajak Rp6,88 triliun.
Dari sisi neraca keuangan, Saratoga Investama (SRTG) memiliki total aset sebesar Rp68,674 triliun per Maret 2026, naik 9,85% dari Rp62,51 triliun per Desember 2025. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas perusahaan investasi tersebut per Maret 2026, masing-masing sebesar Rp4,422 triliun dan Rp64,252 triliun. (konrad)

