STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima hari pekan ini (08-12 Juni 2026) mengalami peningkatan, yaitu dari 5.342,137 ke level 6.007,656. Sementara itu, kapitalisasi pasar bursa pada Jumat (12/6/2026) tercatat sebesar Rp10.547.741 triliun, naik dari Rp9.438.620 triliun, Senin (08/6/2026).
Di tengah penguatan IHSG, terpantau 5 saham emiten teratas di Top Gainers dalam lima hari pekan ini (08-12 Juni 2026) adalah PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM), PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS), PT First Media Tbk (KBLV), PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).
Dalam periode tersebut di atas, harga saham LCKM naik Rp57 atau melejit 59,38% menjadi Rp153 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 731,4 juta unit senilai Rp92,1 miliar. Frekuensi transaksi saham LCKM sebanyak 57.326 kali. Net foreign sell (NFS) di saham LCKM tercatat Rp1,4 miliar.
Posisi kedua, ditempati oleh saham RGAS yang terangkat Rp49 atau meningkat 48,51% menjadi Rp150 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 363,9 juta unit senilai Rp49,3 miliar. Frekuensi transaksi saham RGAS sebanyak 30.313 kali. Net foreign buy (NFB) di saham RGAS tercatat Rp405,5 juta.
Berikut, saham KBLV naik Rp29 atau menguat 39,73% menjadi Rp102 per saham. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 169,3 juta unit senilai Rp16,8 miliar dengan frekuensi sebanyak 17.971 kali. Net foreign sell (NFS) di saham KBLV tercatat sebesar Rp403,6 juta.
Keempat diduduki saham TPIA yang naik Rp410 atau melejit 29,82% menjadi Rp1.785 per unit. Volume saham yang ditransaksikan mencapai 10,6 miliar unit senilai Rp17,3 triliun. Frekuensi transaksi saham TPIA sebanyak 1,1 miliar kali. Net foreign sell (NFS) di saham TPIA tercatat sebesar Rp1,4 triliun.
Terakhir (kelima), saham PSAB terangkat Rp80 atau menguat 17,02% menjadi Rp550 per saham. Volume saham yang ditransaksikan sebanyak 936 juta unit senilai Rp491,9 miliar dengan frekuensi sebanyak 85.477 kali transaksi. Net foreign sell (NFS) di saham PSAB tercatat sebesar Rp64,4 miliar.

