back to top

BEI “Cecar” SQMI, Laporan Keuangan Mandek dan Ekuitas Negatif

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencecar PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) terkait kondisi operasional dan keuangan perusahaan. Emiten tambang emas ini diminta memberikan penjelasan atas sejumlah masalah serius yang sedang dialami.

Masalah utama yang disoroti otoritas bursa adalah keterlambatan penyampaian laporan keuangan. SQMI tercatat belum menyerahkan Laporan Keuangan Tahunan 2024. Selain itu, perusahaan juga menunggak seluruh laporan triwulanan sepanjang tahun 2025.

Bursa meminta manajemen SQMI membeberkan latar belakang keterlambatan tersebut. Perusahaan juga harus menjelaskan langkah konkret agar penyampaian laporan ke depan bisa tepat waktu.

Kondisi keuangan SQMI pun tak luput dari pantauan ketat. BEI menyoroti posisi ekuitas negatif yang dialami perseroan. Hingga periode 30 September 2025, SQMI masih membukukan rugi usaha.

Arus kas dari aktivitas operasi perusahaan juga terpantau bernilai negatif. Bursa meminta SQMI memaparkan upaya perbaikan kondisi keuangan. Hal ini mencakup rencana pemulihan ekuitas dan perolehan laba di masa mendatang.

Manajemen SQMI menanggapi permintaan penjelasan ini melalui surat resmi. Mohammad Noor Syahriel, Corporate Secretary SQMI, telah menyampaikan dokumen tanggapan kepada otoritas bursa pada 22 Februari 2026.

“Tanggapan sebagaimana terlampir,” tulis Mohammad Noor Syahriel dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (23/2/2026).

BEI juga mempertanyakan dampak kondisi ini terhadap kelangsungan usaha atau going concern perseroan. Termasuk, adanya informasi mengenai pihak strategis yang berencana mengambil alih perusahaan jika tersedia.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih menantikan langkah penyelamatan yang akan diambil manajemen. Kondisi operasional dan ketersediaan sumber daya SQMI menjadi kunci utama untuk keluar dari krisis keuangan tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Anak Usaha DOID Raih Kontrak Jasa Penambangan dari Adaro Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak...

Awal Perdagangan, IHSG Naik 1,23% Tembus 8.300 Diungkit Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Mayoritas harga saham unggulan (blue chip) pada...

Hari Ini, Obligasi BUMI Senilai Rp612,75 Miliar dengan Bunga 7,25% per Tahun Dicatatkan di BEI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  PT Bumi Resources  Tbk (BUMI) mencatatkan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru