STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Usia 76 tahun lazimnya identik dengan masa senja. Namun, hal ini tidak berlaku bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Menapaki usia ke-76 pada 9 Februari 2026, sang pionir pembiayaan perumahan ini justru tampil makin muda, lincah, dan modern.
BTN kini bukan sekadar tempat mencicil rumah. Bank ini berlari kencang membangun ekosistem gaya hidup terintegrasi. Tujuannya sangat jelas demi mewujudkan inklusi keuangan dan kemandirian masyarakat dari berbagai kalangan.
Langkah transformasi ini langsung membuahkan hasil manis. Sepanjang 2025, BTN sukses mencetak laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun. Angka ini melonjak tajam 16,4% secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Total aset perseroan juga menembus Rp527,8 triliun atau tumbuh 12,4% YoY. Penyaluran kredit mencapai Rp400,6 triliun, naik 11,9% YoY. Mayoritas kredit tetap menyasar sektor perumahan dengan nilai Rp328,4 triliun. Kualitas kredit pun makin sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun ke level 3,1%.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memaparkan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan strategi cermat. Profitabilitas makin kuat berkat proses bisnis yang efisien.
“Hal ini berbuah peningkatan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) menjadi 4,2% pada akhir 2025,” ujar Nixon di Jakarta.
Ledakan Digitalisasi dan Kemudahan Akses
Kunci utama inklusi keuangan adalah akses yang mudah. BTN menjawab tantangan ini lewat superapp Bale by BTN. Sejak rilis pada awal 2025, aplikasi ini langsung merebut hati masyarakat, khususnya milenial dan Gen Z.
Hingga akhir 2025, pengguna Bale by BTN melesat 66,1% menjadi 3,7 juta akun. Volume transaksi melonjak 79,2% menembus 2,2 miliar transaksi. Nilai transaksinya sangat fantastis mencapai Rp103,6 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) dari aplikasi ini menyumbang Rp22,8 triliun.

Transformasi digital tidak berhenti di layar gawai. BTN terus memperluas jaringan fisik berbasis teknologi melalui BTN Digital Store. Gerai terbaru baru saja diresmikan di Central Park, Jakarta, pada 13 Februari 2026 lalu.
Konsep gerai ini paperless, seamless, dan self-service. Nasabah bisa membuka rekening di bawah lima menit bermodalkan KTP. Penggantian kartu ATM kelar dalam dua menit. Saat ini sudah ada 24 digital store yang beroperasi. BTN mematok target agresif untuk membuka 100 gerai serupa hingga 2027.
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menyebut ekspansi ini merupakan langkah nyata mendekatkan layanan ke masyarakat.
“Digital store di mall menjadi langkah strategis untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z,” katanya.
Pilar Perumahan dan Apresiasi Pemangku Kepentingan
Meski sibuk bersolek digital, BTN tidak melupakan khitahnya. Hingga kini, BTN telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada 5,8 juta keluarga. BTN juga menjadi penyalur terbesar Kredit Program Perumahan (KPP) dengan nilai Rp2,6 triliun.
Langkah Beyond Mortgage ini diiringi pendirian Bank Syariah Nasional (BSN). Anak usaha ini langsung tancap gas menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan aset Rp73 triliun.
Konsistensi BTN memantik pujian banyak pihak. CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Roeslani sangat yakin dengan kiprah BTN ke depan.
“Saya yakin BTN akan terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam mendukung agenda perumahan nasional,” kata Rosan.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun juga sepakat. Transformasi BTN dinilai sangat adaptif.
“Menunjukkan kesiapan BTN menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” terang Misbakhun.
Dukungan serupa datang dari pelaku industri. Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bambang Ekajaya memuji BTN sebagai mitra setia. Ia hanya mengingatkan satu hal penting bagi pengembang.
“Keterlambatan akan menambah beban bunga dan berisiko menggerus usaha,” ungkap Bambang menyoroti pentingnya kecepatan proses kredit.
Sementara itu, Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah menyoroti transformasi nyata BTN dalam model bisnis. “Peran perbankan sangat vital membantu pengembang menjaga arus kas,” jelas Junaidi.
Gebrakan BTN Expo dan Generasi Muda
Untuk menyatukan semua ekosistem ini, BTN menggelar hajatan besar bertajuk BTN Expo 2026. Acara yang dibuka pada 28 Januari 2026 ini mengusung tema “Build, Battle, and Beat”.
Pameran ini bukan sekadar ajang jualan rumah. BTN menggabungkan properti, lowongan kerja (BTN Hiring), festival kuliner, peragaan busana, hingga konser musik musisi papan atas. Sekitar 6.000 pengunjung memadati acara ini. Donasi amal sebesar Rp43,3 juta juga berhasil dikumpulkan untuk korban bencana.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan pendekatan ekosistem ini sangat penting. “Kami meyakini pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal angka, tapi tentang kualitas,” terangnya.
Expo ini juga menjadi puncak acara BTN Housingpreneur 2025. Kompetisi ini berhasil menjaring 1.170 karya dan melahirkan 57 inovator muda di sektor perumahan.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah sangat bangga melihat antusiasme inovator muda ini. “Silakan bermimpi ingin jadi apapun yang Anda mau, negara kita ini adalah negara demokrasi,” tukas Fahri.
Pengunjung expo turut merasakan manfaat nyata. Dzikrina Aulia, peserta cerdas cermat BTN Champions 2026, merasa wawasannya sangat terbuka. “Jadi BTN Expo ini lengkap. Bisa ikut kuis, jajan, cari info kerja, sambil lihat-lihat apartemen,” ucap lulusan Untar tersebut.
Pelopor Hijau: Rumah Rendah Emisi dan Tukar Sampah
Satu lagi bukti kemandirian masyarakat yang didorong BTN adalah kepedulian lingkungan. BTN menargetkan pembiayaan 20.000 unit rumah rendah emisi pada 2026. Angka ini ditargetkan terus naik hingga 200.000 unit pada 2030. Saat ini, 11.000 unit sudah berhasil dibangun.
BTN menggandeng startup seperti Rebrick, Plustik, dan Green Brick. Mereka menyulap sampah plastik saset dan bungkus mi instan menjadi batu bata dan paving block. CEO ISPI Group Preadi Ekarto menyambut baik program ini di proyek Mutiara Gading City miliknya. “Banyak lahan yang masih bisa dibangun untuk rumah rendah emisi,” ujar Preadi.
Program inovatif lainnya adalah “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Nasabah menyetor sampah rumah tangga melalui startup Rekosistem. Sampah itu dinilai dengan rupiah untuk memotong cicilan KPR. Program ini bahkan dipuji langsung oleh Ratu Belanda Queen Maxima saat berkunjung ke Indonesia akhir 2025 lalu.
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengajak nasabah ikut serta. Program ini terbukti menghemat cicilan 10% hingga 15% atau sekitar Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per bulan.
“Sehingga mereka dapat merasakan manfaatnya terhadap pengelolaan keuangan keluarga,” tutur Hermita.
Langkah hijau ini membuat BTN sukses meraih MSCI ESG Rating AA. BTN menargetkan portofolio pembiayaan ramah lingkungan (ESG) naik menjadi 60% tahun ini.
